Lima Belas Ton Kerapu Belitung Diekspor ke Hongkong

Kamis, 21 Maret 2019, 09:11 WIB

Para pembudi daya sedang panen kerapu. | Sumber Foto: KKP

AGRONET -- Sedikitnya 15 ton ikan kerapu senilai Rp1,65 miliar diekspor langsung dari Belitung ke Hongkong. Ekspor yang berlangsung pekan lalu (15/3) merupakan kali ke tiga dalam kurun tiga bulan terakhir sepanjang tahun 2019 ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, mengatakan ekspor kerapu per bulan Maret masih berjalan baik dan stabil. Menurutnya aktivitas ekspor dari Belitung menjadi bukti bahwa ekspor melalui jalur laut masih normal.

"Pada titik-titik sentral produksi kerapu seperti Belitung, Bintan, Bali, dan titik utama lainnya, aktivitas ekspor masih berjalan seperti biasa. Artinya kegiatan budi daya kerapu masih berjalan baik," tutur Slamet di Jakarta, Rabu (19/3).

Ekspor dilakukan oleh PT. Putri Ayu Jaya dengan menggunakan kapal angkut. Pelepasan ekspor dihadiri oleh petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang, dan syahbandar Pelabuhan Tanjung Pandan. Turut hadir petugas Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tanjung Pandan, Imigrasi Tanjung Pandan, dan Bea Cukai Belitung.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, menjelaskan saat ini kondisi ekspor kerapu Belitung masih normal. Biasanya, ujar Firdaus, ekspor dilakukan sebulan sekali, kecuali pada momen Imlek, ekspor bisa meningkat hingga 2 kali lipat.

"Ada korelasi momen Imlek dengan frekuensi ekspor kerapu. Biasanya pengiriman kerapu sebulan menjelang imlek frekuensi ekspornya meningkat, bisa 2-3 kali per bulan," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan usaha budi daya kerapu di Belitung berjalan baik dan cukup berkembang. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa sentra budi daya kerapu di antaranya di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, dan Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan dari KKP khususnya bantuan benih kerapu.

"Saat ini, jumlah pembudi daya kerapu di Kabupaten Belitung sebanyak 148 rumah tangga perikanan (RTP) dengan jumlah unit sebanyak 1.710 yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Belitung. Normalnya aktivitas ekspor telah memicu peningkatan animo masyarakat untuk budi daya kerapu," lanjutnya.

Pada periode Januari - Maret 2019 tercatat sebanyak 45 ton kerapu asal Belitung telah diekspor ke Hongkong. Nilai ekspor mencapai hingga USD353.570 atau Rp4,95 miliar. (591)