Grobogan dan Probolinggo, Siap Penuhi Kebutuhan Jagung

Sabtu, 02 Februari 2019, 09:43 WIB

Kepala BPP Kementan, Agunh Hendriadi, menjajal alat panen jagung. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Kepala Badan Ketahanan Pangan (BPP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, dan Bupati Grobogan, Jawa Tengah, Sri Sumarni, melakukan panen jagung bersama di Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Grobogan. Panen dilakukan di areal seluas 190 hektare dari luasan panen saat ini se-Kecamatan Karangrayung seluas 4.126 ha.

Kepala BKP, Agung Hendriadi, seusai panen mengatakan suplai jagung dari Jawa Tengah maupun Grobogan cukup bagus. "Suplai dari Grobogan dan Jawa Tengah sudah bisa memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil. Minggu depan sampai Maret akan terus dilakukan panen diberbagai propinsi," ujar Agung, Kamis (31/1).

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu lumbung jagung nasional dengan produksi menyumbang 29,3 persen dari produksi jagung Jawa Tengah, dan 2,8 persen untuk nasional. “Bisa kita lihat bersama kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus. Saat ini harga jagung di tingkat petani sangat menggembirakan dengan kisaran di atas Rp5.000 per kg pipil kering," ujar Sri Sumarni.  

Sri menjelaskan harga ini merupakan harga tertinggi yang pernah diterima petani. Dia pun berharap kebijakan pemerintah pusat agar tetap memperhatikan petani jagung. "Produksi jagung  di Grobogan sangat besar. Kami mewakili petani di Grobogan menyampaikan tidak ada alasan untuk impor jagung. Biarlah petani menikmati harga tinggi," tegasnya. 

Panen jagung dalam jumlah besar di Grobogan diperkirakan akan berlangsung mulai minggu ke dua bulan Februari mendatang. Setidaknya terdapat areal pertanaman seluas 41.035 ha yang akan panen. Diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton. Produksi yang besar ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi produksi jagung dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Edhie Sudaryanto, dalam kesempatan itu membantah dengan tegas adanya pihak-pihak yang menyebutkan saat ini tidak ada panen jagung. "Faktanya, jagung di Kabupaten Grobogan sedang memasuki musim panen. Siapa bilang tidak ada panen," ujarnya.

Menurut Edhie, panen raya jagung di Grobogan diperkirakan pada bulan Februari 2019 seluas 41.035 ha. Dari panen ini diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton. Dalam kesempatan ini juga telah disepakati pembelian jagung oleh GMPT dengan harga Rp5.200/kg kadar air 35 persen. Pihak GMPT menyanggupi untuk membeli jagung petani berapapun jumlahnya.

Sementara itu, dari  Jawa Timur dilaporkan luas panen jagung saat ini di  daerah Paiton, Probolinggo mencapai 600 ha.  Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengatakan bahwa sampai akhir Januari 2019, di Kabupaten Probolinggo panen seluas 2.075 ha dengan produktivitasnya 8 ton per ha pipilan kering. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur (Jatim), dari 38 Kabupaten di Jawa Timur, diperkirakan potensi panen jagung pada Februari 2019 mencapai 273.564 ha dengan perkiraan produksi mencapai 1,2 juta ton pipilan kering. Sedangkan untuk  Maret perkiraan luas panen 175.011 ha dengan potensi produksi 636.610 ton pipilan kering.(591)