Drone dari Temanggung Bisa Semprot Tanaman Lima Hektare

Senin, 10 Desember 2018, 12:54 WIB

Drone Hope diperkenalkan kepada petani di Bandar Lampung. | Sumber Foto: BPPSDM Pertanian

AGRONET -- Pemuda dari Temanggung, Jawa Tengah, berhasil menciptakan drone penyemprot tanaman yang diberikan nama 'Hope'. Drone ini dimanfaatkan untuk penyemprotan air, pestisida, atau pupuk untuk lahan maupun tanaman. Dengan menggunakan alat tersebut dapat menyemprot tanaman atau lahan seluas lima hektare dalam waktu satu jam.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, di Bandar Lampung, Agustus lalu, mengatakan drone ini masuk kategori alat mesin pertanian (Alsintan), jika proses SNI maupun ISO telah selesai. Melalui Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan akan menggunakan alat tersebut dan disebarkan kepada petani agar proses pengolahan lebih cepat.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Widi Hardjono, mengatakan keberadaan drone ini bisa membantu mengatasi permasalahan petani. Modernisasi Alsintan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja sektor pertanian.

Tim yang tergabung dalam pembuatan drone ini merupakan para pemuda dari Temanggung Aeromodelling Club. Mereka memiliki keahlian di bidang IT, pemprograman, rancang bangun drone, teknik mesin, dan pilot microlight.

Ide dasar membuat drone setelah mengetahui visi dan misi Kabupaten Temanggung yang ingin membangun pertanian modern. Industri pertanian memang membutuhkan alat otomatisasi untuk mempermudah kerja petani.

Drone Hope memiliki  kapasitas tangki air 15 liter. Dilengkapi dengan sonar yang bisa mengukur ketinggian dari tanah dan pohon. Kemudian terbang menggunakan teknologi GPS dan dilengkapi dengan auto pilot.

Sekitar 80 persen bahan pembuatan drone bisa didapatkan di Temanggung, sedangkan 20 persen komponen harus impor, seperti mesin dan elektrik. Untuk membuat sebuah drone memerlukan waktu sekitar 18-20 jam.

Tim ini sebelumnya juga membuat drone ukuran lebih kecil dengan kamera yang fungsinya memantau kesehatan tanaman. Fungsi lain, pencarian lahan-lahan tidak produktif untuk ditanami, dan mencari titik-titik lahan dan tanaman yang terlalu kering.

Drone mampu menyesuaikan dengan kontur tanah dan tanaman. Secara otomatis drone bisa terbang mengikuti alur yang diinginkan. (591)