Peluang Ekspor Kambing dan Domba Menjanjikan

Senin, 10 Desember 2018, 11:37 WIB

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita (kanan). | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Saat ini kambing dan domba merupakan komoditas ternak yang mempunyai potensi dan peluang ekspor yang sangat menjanjikan. Untuk itu peternak kambing dan domba agar terus maju dan meningkatkan produksinya, serta dapat merambah ekspor ke mancanegara.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita, mengungkapkan pada tahun 2018 Indonesia telah mulai melakukan ekspor ternak domba ekor tipis ke Malaysia, dengan permintaan sebanyak 5.000 ekor per bulan. Selain itu, baru-baru ini juga dilakukan ekspor domba Garut ke Uni Emirat Arab (UEA), dengan permintaan sebanyak 3.600 ekor per tahun.

“Selain kedua negara tersebut, wilayah Asia, Afrika, dan Pasifik juga merupakan pasar ekspor yang sangat menjanjikan untuk komoditas ternak domba dan kambing. Dengan mempertimbangkan aspek teknis, pemenuhan lokal dan perkembangan isu perdagangan global, kita optimis mampu meningkatkan ekspor domba dan kambing dari tahun ke tahun,” kata I Ketut Diarmita, saat menghadiri Silaturahmi Nasional Himpunan Peternak  Domba Kambing Indonesia (HPDKI) ke-6 di Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur, Minggu (09/10).

Guna menggenjot ekspor tersebut, maka harus ada jaminan ketersediaan ternak secara kontinyu dan berkelanjutan. Untuk itu, Kementan mendorong dilakukannya kemitraan antara pelaku usaha (eksportir) dengan peternak domba/kambing yang melibatkan lembaga keuangan, perbankan maupun non perbankan dalam penyediaan permodalan.

“Penyediaan permodalan bagi peternak dapat melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) maupun dengan pemanfaatan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Dalam pemanfaatan program kemitraan tersebut, Ditjen PKH Kementan telah menawarkan pemanfaatan pinjaman berbunga rendah dari PT. BTN kepada Ketua HPDKI,” ungkap I Ketut Diarmita.

Dia merinci sampai dengan Oktober tahun 2018, realisasi KUR untuk bidang usaha pembibitan dan budi daya domba dan kambing telah mencapai Rp387 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 104,7% dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar Rp189 miliar. Begitu pula dengan jumlah debiturnya, pada tahun 2018 sebanyak 23.979 debitur atau meningkat 67,4% dibandingkan tahun 2017 yang hanya 15.515 debitur. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa peternak kambing dan domba saat ini sudah berorientasi bisnis.

Pada acara puncak Silatnas HPDKI ke-6 ini juga dilakukan kegiatan kontes ternak dan penyerahan Piala Presiden yang diwakili oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan disaksikan oleh Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, Walikota Batu, Dewanti  Rumpoko, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, dan Para pengurus HPDKI ,serta peternak domba dan kambing se-Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyampaikan Presiden Joko Widodo menitipkan salam kepada peternak kambing dan domba Indonesia. Pesan Presiden kepada peternak agar terus mempertahankan dan memajukan peternakan kambing dan domba di Indonesia.

Bupati Batu, Dewanti Rumpoko, juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap peternak Indonesia. “Saya dengar dari Ketua Umum HPDKI, Yudi Guntara Noor, bahwa pada tahun 2020 rencananya akan diselenggarakan Silatnas International, dan kami siap mendukungnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, dedikasi para pelaku usaha dan asosiasi untuk terus menggaungkan peternakan kambing dan domba di Indonesia perlu diapresiasi.  "Kegiatan ini bukan hanya bersilaturahmi, tapi juga untuk bertukar pengalaman, ilmu pengetahuan, dan rezeki”, pungkasnya. (591)