Aplikasi Android Informasi Ternak dari Kementan

Jumat, 06 Juli 2018, 10:45 WIB

Badan Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Balitbangtan) Kementerian Pertanian gelar Seminar “Teknologi Informasi Menunjang Pengembangan Peternakan”, pada Kamis, (06/07)

AGRONET – Pameran produk industri peternakan dan perikanan Indo Livestock 2018 yang digelar 4-6 Juli 2018 di Jakarta Convention Center tidak hanya menampilkan inovasi dan teknologi terbaru untuk mendukung industri peternakan dan perikanan. Beragam forum seminar juga digelar sepanjang hari. Badan Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, memanfaatkan moment Indo Livestock 2018 ini dengan menggelar seminar “Teknologi Informasi Menunjang Pengembangan Peternakan”, pada Kamis, (06/07).

Kegiatan yang berisikan technical produk presentation dari Balitbangtan ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Dicky Pamungkas, Kepala Loka Penelitian Sapi Potong, Susan Maphilindawati Noor dari Balai Penelitian Veteriner, dan Anne Anggraeni, Kepala Balai Penelitian Ternak. Masing-masing pembicara tersebut menyajikan aplikasi yang telah dikembangkan oleh lembaga yang dinaungi oleh Balitbangtan.

Susan Maphilindawati Noor mempresentasikan Takesi (Teknologi Android Kesehatan Sapi), sebuah aplikasi android yang berisikan informasi kesehatan sapi. Susan menjelaskan latar belakang dibangunnya aplikasi Takesi ini karena saat ini keberadaan informasi tentang kesehatan ternak sangat rendah. Sedangkan Poskeswan (Pos kesehatan hewan) di beberapa daerah aksesnya jauh dijangkau. Dengan adanya Takesi ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang penyakit ternak dan bagaimana cara menjaga kesehatan ternaknya. Sehingga kematian ternak dapat dihindari dan harga ternak juga lebih baik.

Susan mengklaim bahwa aplikasi yang dikembangkannya ini merupakan aplikasi informasi kesehatan sapi satu-satunya yang berbahasa Indonesia. Dan berdasarkan data yang diterimanya per Maret 2018, pengguna aplikasi Takesi sudah mencapai 2305 orang.

Dicky Pamungkas dari Loka Penelitian Sapi Potong Balitbangtan mempresentasikan aplikasi recording berbasis android yang diberinya nama Sidik Peternakan. Sidik Peternakan merupakan Sistem Identifikasi dan Recording Ternak yang membantu peternak me-recording dan memantau perkembangan ternaknya.

Recording ternak merupakan kegiatan mengambil dan menyimpan kumpulan data ke dalam format rekaman tertentu sehingga bisa didengar atau dilihat pengguna aplikasi Sidik Pertanian. Data yang bisa diakses di Sidik Pertanian ini berupa artikel, suara, gambar, dan video. Dan identifikasi ternak ini bertujuan sebagai bukti kepemilikan ternak, mengendalikan penyakit, melacak perpindahan ternak, dan menjaga keamanan pangan.

Berdasarkan data yang tertera di Google Play, pengguna aplikasi Sidik Pertanian ini memang masih sedikit. Tercatat hanya lebih dari 500 pengguna yang telah mengunduh aplikasi ini. Menurut Dicky, saat ini pengguna aplikasi Sidik memang baru berasal dari anggota komunitas Sapi Indonesia (KSI), yang terdiri dari KSI Jawa Timur, KSI Jawa Tengah, KSI Jawa Barat, dan KSI Lampung.

Sedangkan Anne Anggraeni dari Balitbangtan mempresentasikan tentang DAD-IS (Domestic Animal Diversity Information System) dan manfaatnya untuk pemantauan status sumber daya genetik ternak nasional. DAD-IS ini sebenarnya merupakan sistem informasi yang dikembangkan oleh FAO untuk sumber daya genetik ternak.

Perangkat DAD-IS ini berbasis web database dan berbentuk situs interaktif yang melibatkan pengguna – national vocal points – melakukan akses untuk memvalidasi dan merilis data tentang rumpun di situs yang tersedia.
Saat ini DAD-IS telah menghimpun lebih dari 15 ribu rumpun nasional dari 182 negara. Dan sejumlah lebih dari 8 ribu rumpun tersebut berasal dari sekitar 40 spesies sapi.

Keberadaan DAD-IS ini bertujuan menyediakan data secara aman dan terkontrol untuk entri, update dan akses data SDGT nasional setiap negara. Pengolahan data ini dapat melibatkan koordinasi dengan pemerintah, LSM, trainer, peneliti, dan pihak terkait, baik global dan regional. (222)

BERITA TERKAIT