
Minuman jelly | Sumber Foto:norayelza/instagram
AGRONET – Meskipun memiliki kandungan gizi yang baik. Sayur dan buah memang bukan makanan favorit anak-anak. Berdasarkan riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, pada tahun 2014, anak balita Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah. Persentasenya sebanyak 97,7 persen.
Memahami fenomena ini, Tim peneliti Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (Fema IPB) membuat minuman jeli dari sayur okra dan buah stroberi. Tiga peneliti IPB, yakni Evy Damayanthi, Brian Sugara, dan Karsi Ambarwati, berharap minuman kreasinya ini bisa menjadi alternatif konsumsi sayur dan buah.
“Minuman ini sebagai salah satu pengembangan produk berbahan dasar sayur okra dan buah stroberi. Minuman ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Sebab, minuman jeli merupakan salah satu minuman yang banyak digemari oleh semua kalangan,” kata Evy.
Selain dijadikan sebagai obat tradisional dan bahan masakan, sayur okra juga dapat dijadikan minuman jeli karena tekstur okra yang kenyal serta berlendir. Namun rasa, warna, dan aroma langu pada okra tersebut kurang cocok untuk dijadikan minuman jeli. “Oleh karena itu, dilakukan penambahan perisa alami dengan buah. Salah satu buah yang memiliki sifat pewarna alami dan rasa yang manis segar adalah stroberi. Stroberi juga kaya antioksidan dan memiliki khasiat yang sangat banyak. Di samping itu, stroberi juga mengandung vitamin C, serat, folat, kalium, serta rendah kalori,” ungkap Evy.
Walhasil, minuman jeli okra dan stroberi ini mengandung kalium dan natrium yang membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Penelitian ini telah dipresentasikan pada pertemuan Ikatan Profesor Indonesia-Malaysia (IPIMA) di Malaysia pada tanggal 6-9 November 2017. Menurut Evy, okra merupakan sejenis sayuran yang berasal dari Afrika, namun pemanfaatannya di Indonesia masih sangat sedikit. Hal ini dikarenakan masih sedikitnya masyarakat yang mengenal sayuran ini. Padahal okra dapat berfungsi sebagai obat tradisional. Okra sangat baik dikonsumsi penderita kanker, diabetes, hipertensi, dan rabun jauh, karena tingginya kandungan antioksidan yang terdapat pada sayuran ini. “Dalam seratus gram polong okra mengandung 33 kilo kalori, 1,93 gram protein, 3,2 gram serat pangan, 82 miligram kalsium, 299 miligram kalium, 7 miligram natrium, 23 miligram vitamin C, 60 ?g folat, 716 IU vitamin A, dan 31,3 ?g vitamin K.
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










