PROSPEK KERETA API PETANI !

Jumat, 05 Desember 2025, 09:14 WIB

Kereta Api Petani dan Pedagang | Sumber Foto:Kementerian Perhubungan

AGRONET -- Kereta api untuk petani, juga dikenal sebagai Kereta Api Petani, adalah sebuah program kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membantu petani mengangkut hasil panen mereka ke pasar. Latar belakang dioperasikannya kereta api ini adalah untuk membantu meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi biaya transportasi hasil pertanian.

Di Indonesia, banyak petani yang kesulitan mengangkut hasil panen mereka ke pasar karena biaya transportasi yang mahal dan infrastruktur yang kurang memadai. Oleh karena itu, KAI meluncurkan program kereta api petani untuk membantu mengatasi masalah ini.

Kereta api petani biasanya dioperasikan pada musim panen, ketika hasil pertanian melimpah dan petani membutuhkan transportasi yang cepat dan efisien untuk mengangkut hasil panen mereka ke pasar. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kendala utama pelaksanaan kereta api petani adalah:

  1. Infrastruktur yang kurang memadai. Jalur kereta api yang digunakan untuk kereta api petani seringkali tidak memadai, sehingga memerlukan perbaikan dan perawatan yang lebih baik.
  2. Keterbatasan kapasitas. Kereta api petani memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga tidak dapat mengangkut semua hasil panen petani.
  3. Biaya operasional yang tinggi. Biaya operasional kereta api petani relatif tinggi, sehingga dapat membuat biaya transportasi menjadi mahal bagi petani.
  4. Kurangnya akses ke stasiun kereta api. Banyak petani yang tidak memiliki akses ke stasiun kereta api, sehingga mereka harus menggunakan transportasi lain untuk mengangkut hasil panen mereka ke stasiun.
  5. Koordinasi yang kurang efektif. Koordinasi antara petani, pedagang, dan operator kereta api seringkali kurang efektif, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dan kesalahan dalam pengangkutan hasil panen.

Langkah nyata untuk menjawab kendla-kendala diatas, perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur, peningkatan kapasitas, dan koordinasi yang lebih efektif untuk meningkatkan efektivitas kereta api petani.

Seiring dengan itu, Pemerintah Indonesia telah menetapkan beberapa kebijakan dan strategi untuk menjawab kendala dalam pengembangan infrastruktur transportasi, khususnya kereta api petani. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Meningkatkan Konektivitas. Pemerintah berencana meningkatkan konektivitas jalan, kereta api, laut, dan udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan aksesibilitas daerah.
  2. Pembangunan Infrastruktur. Pemerintah akan membangun dan merevitalisasi infrastruktur transportasi, seperti pelabuhan, bandara, dan stasiun kereta api, untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan.
  3. Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah akan memanfaatkan skema KPBU untuk membiayai pembangunan infrastruktur transportasi.
  4. Digitalisasi. Pemerintah akan meningkatkan digitalisasi dalam sistem transportasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
  5. Pengembangan Transportasi Massal. Pemerintah akan mengembangkan transportasi massal, seperti kereta api, bus, dan MRT, untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan beberapa program strategis, seperti :

  1. Program Padat Karya Pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
  2. Program Subsidi dan Insentif. Pemerintah menyediakan subsidi dan insentif untuk petani, seperti subsidi pupuk dan benih unggul, untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.
  3. Pengembangan Sistem Logistik Pangan. Pemerintah akan mengembangkan sistem logistik pangan berbasis transportasi kereta api untuk meningkatkan efisiensi distribusi bahan pangan.

Berdasarkan penjelasan diatas, wajar jika banyak pihak yang bertanya, bagaimana sebetulnya masa depan Kereta Api Petani di negara kita ? Prospek kereta api petani di Indonesia terlihat sangat menjanjikan. Dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp 3.000, kereta api petani diharapkan dapat meningkatkan mobilitas petani dan pedagang dalam mengangkut hasil bumi dan barang dagangan.

Beberapa kelebihan kereta api petani adalah :

  1. Tarif yang terjangkau. Angka Rp 3.000, lebih murah dibandingkan dengan moda transportasi lain
  2. Kapasitas yang memadai. 73 tempat duduk per kereta
  3. Jadwal yang fleksibel. 7 perjalanan dari Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung
  4. Infrastruktur yang memadai. Stasiun dan fasilitas pendukung yang memadai

Dengan begitu, kehadiran kereta api petani diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan pedagang, serta meningkatkan perekonomian lokal. Pertanyaan kritisnya adalah apakah Pemerintah telah siap untuk menjalankannya di lapangan ?

Hanya, perlu diingat bahwa masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi dengan segera seperti :

  1. Keterbatasan kapasitas. Kereta api petani masih memiliki kapasitas yang terbatas
  2. Infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan. Stasiun dan fasilitas pendukung masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

Untuk itu, kalau berbagai kendala dapat ditangani dengan baik, dapat ditegaskan prospek kereta api petani di Indonesia masih sangat menjanjikan, sekalipun perlu didukung dengan peningkatan infrastruktur dan kapasitas.

Sumber:
ENTANG SASTRAATMADJA, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT