Tiga Pemulia Wakafkan Galur Padi Unggul kepada Muhammadiyah

Senin, 29 September 2025, 22:07 WIB

Penyerahan wakaf galur padi | Sumber Foto:Kaunsoed

AGRONET -- Kemanfaatan inovasi teknologi menjadi ujung perjalanan riset setiap peneliti. Pelaksanaan rangkaian penelitian panjang akan menjadi lengkap perjalanannya jika sampai kemanfaataannya pada masyarakat. Mempertimbangkan perlunya kesungguhan dan sinergisme dengan berbagai pihak dalam memperluas kemanfaatan inovasi teknologi berupa prototipe varietas unggul yang dihasilkan, 3 (tiga) Peneliti dan Pemulia (Perakit Varietas) dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yaitu Prof.Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P.,Ph.D., Dr.Agus Riyanto, S.P.,M.Si., dan Dr.Dyah Susanti, S.P.,M.P. mewakafkan salah satu galur padi yang dihasilkan dari rangkaian risetnya kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Penyerahan karya inovasi intelektual ini dilaksanakan secara resmi pada rangkaian Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di Kebumen, Jawa Tengah, pada 19 September 2025 dilanjutkan launching resmi nama galur padi tersebut pada acara pembukaan, 20 September 2025, ungkap Kepala Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed Dr.Dyah Susanti, S.P., M.P.

Prof.Ir.Totok Agung,DH.,MP.,PhD. menjelaskan bahwa penyerahan wakaf galur padi ditandai penandatangan dan penyerahan dokumen Material Transfer Agreement (MTA) dari Tim Pemulia kepada Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr.Drs. M. Nurul Yamin, M.Si. Penandatanganan MTA ini dilakukan sebagai bentuk kesekapakan kedua pihak atas pengelolaan dan pemanfaatan galur padi TAD-P-CH//MR-GN95-A dalam produksi beras protein tinggi sangat pulen bagi kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya. Pemanfaaan galur ini terbatas pada komersialisasi beras, tidak mencakup komersialisasi benih selama statusnya masih galur dan belum menjadi varietas. Kedua pihak bersepakat untuk memanfaatkan galur ini sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat. Serah terima dokumen MTA diikuti penyerahan sampel beras galur TAD-P-CH//MR-GN95-A.

Galur padi TAD-P-CH//MR GN95-A yang diwaqafkan Tim Pemulia kepada Muhammadiyah menurut Prof.Totok Agung,PhD. ini berbeda dengan padi pada umumnya yang hanya mengandung 7 - 9% protein pada berasnya. Padi kaya protein hasil biofortifikasi ini memiliki kandungan protein tinggi (9 – 13%), sesuai untuk diet karbohidrat, hampir dua kali lipat kandungan protein beras pada umumnya yang hanya berkisar 6 - 7%. Kandungan amilosanya juga sangat rendah (13,56%), sehingga tekstur nasinya super pulen, sangat sesuai untuk masakan Jepang. Warna berasnya sangat unik, putih susu. Uji preferensi konsumen terhadap produk beras galur padi TAD P-CH//MR-GN95-A telah membuktikan penerimaan dan apresiasi pasar yang positif, harganya tinggi setara beras specialty Koshihikari dan Basmati. Nilai ekonomisnya semakin tinggi jika diproduksi secara organik. Inovasi padi kaya protein super pulen ini sangat prospektif bagi industri pangan fungsional. Keunggulan inovasi padi kaya protein super pulen ini mendapatkan pengakuan publik berupa penghargaan sebagai 109 Inovasi Prospektif Indonesia pada tahun 2017 dari Business Innovation Center, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Selanjutnya Prof.Totok Agung,PhD. mengatakan bahwa pada pembukaan Jambore Nasional Jatam 1 yang menjadi momentum bersejarah menandai pemberian nama secara resmi galur TAD P CH//MR GN95 A yang dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof.Dr.Haedar Nashir, M.Si., Ketua PP Muhammadiyah, Prof.Muhadjir Effendy, M.A.P., dan Dr.H.Agung Danarto, M.Ag., Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, Pimpinan DPR RI, Pimpinan PWM Jawa Tengah, Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, S.H., M.H. beserta jajaran Pemkab dan PDM Kebumen, Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) sebagai tuan rumah serta seluruh peserta Jambore Nasional Jatam 1 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof.Dr.Haedar Nashir, M.Si. galur padi tersebut diberi nama MENTARI. Nama Mentari dipilih karena memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain berhubungan erat dengan identitas Muhammadiyah, mentari atau matahari juga sangat berkaitan dengan kehidupan para petani. Sinar matahari bagi para petani adalah sahabat. Prof.Dr. Haedar Nashir, M.Si. berharap varietas ini dapat menjadi padi unggul yang adaptif, produktif, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Insya Allah ke depan, padi-padi yang dihasilkan dari varietas padi Mentari ini akan menjadi varietas unggul, berkemajuan, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.

Ketua Panitia Jambore Nasional I JATAM, Wahyudi Nasution menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto, M.P.,Ph.D., Dr.Agus Riyanto, S.P., M.Si. dan Dr.Dyah Susanti, S.P., M.P. yang telah mewakafkan karya intelektual dan inovasinya berupa varietas padi yang diberi nama MENTARI, dan berharap semoga dapat menjadi amal jariyah yang membawa berkah yang melimpah bagi para petani serta kemaslahatan bangsa.

Sumber :
Kaunsoed - Ir. H. Alief Einstein, M.Hum.