
Tim Sri Kawung bersama Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kab. Wonosobo menerima penghargaan pemenang utama Krenova Jateng 2025 | Sumber Foto:Kaunsoed
AGRONET -- Tersedianya varietas unggul padi yang berdaya hasil tinggi, tahan cekaman abiotik, dan biotik, serta memiliki kualitas hasil tinggi akan mendukung penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Peran strategis petani sebagai pelaku utama produksi pangan dengan berbagai dinamikanya memerlukan perhatian berbagai pihak, termasuk kondisi yang dialami petani pemulia di Dusun Sribit, Tukijap beserta anggota kelompok tani Sidodadi Desa Wonolelo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo. 3 (tiga) tahun lalu, Tukijap beserta anggota Kelompok Tani Sidodadi berhasil merakit dan mengembangkan varietas padi yang disebut Sri Kawung dari hasil persilangan Mentik Wangi dengan Ketan Emas bermodalkan konten media sosial, dan telah memproduksi berasnya untuk keperluan keluarga maupun untuk masyarakat umum, akan tetapi karakternya mengalami perubahan, tidak sama dengan karakter pada populasi awal. Warna beras Sri Kawung yang semula putih susu, bentuk beras sedang cenderung panjang, memiliki kualitas tanak sangat pulen dan beraroma wangi mengalami perubahan dan banyak terdapat campuran akibat persilangan tidak diikuti seleksi yang memadai karena kurangnya pengetahuan. Hal tersebut menyebabkan keresahan pada petani pemulia Kelompok Tani Sidodadi yang dibina oleh Koordinator BPP Sri Handayani, Erna Yuliyanti, S.P. ,, dan jajarannya, sehingga perlu pendampingan teknologi dari akademisi dan profesional di bidang pemuliaan tanaman untuk mendapatkan kembali padi Sri Kawung dengan karakter-karakter unggulnya, ungkap Dosen Fakultas Pertanian, Unsoed Dr.Dyah Susanti, S.P., M.P.
Dr.Dyah yang juga Kepala Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed menjelaskan bahwa merespon kondisi petani pemulia Kelompok Tani Sidodadi yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak termasuk akademisi dalam upaya meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi perakitan varietas baru, maka peneliti/pemulia tanaman dan pengabdi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat DPPM Kemendiktisaintek bersinergi dengan penyuluh dan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo dalam hal ini BPP Sri Handayani Kecamatan Wonosobo melaksanakan pendampingan teknologi pembentukan galur murni padi Sri Kawung dan peningkatan penguasaan teknologi pendukung komersialisasi berasnya. Program pendampingan petani pemulia skema program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) difasilitasi DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang diketuai Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P dan beranggotakan Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., Rama Adi Pratama S.P., M.P., serta Dr. Ir. Ponendi Hidayat, M.P. ini diawali Bimbingan Teknis tentang Pemurnian Galur Padi dan Karakterisasi sebagai dasar penyusunan deskripsi padi Sri Kawung yang disampaikan oleh Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. dan Dr. Ponendi Hidayat, M.P. Deskripsi ini nantinya akan digunakan dalam pengajuan pendaftaran varietas hasil pemuliaan tanaman ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Teknologi budidaya presisi yang mendukung produksi padi Sri Kawung disampaikan oleh Rama Pratama, S.P., M.P dilanjutkan penyampaian pengembangan agroindustri berbasis padi Unsoed sebagai referensi dan penguatan motivasi bagi pengembangan industri beras Sri Kawung di Wonosobo oleh Dr.Dyah Susanti, S.P., M.P. Kegiatan dilanjutkan penyerahan seperangkat alat pengemas vakum dan pelatihan pengemasan menggunakan teknologi vakum untuk mendukung komersialisasi beras Sri Kawung yang disampaikan oleh Toto Ardianto, S.P., M.P.
Selanjutnya Dr.Dyah mengatakan bahwa peserta antusias mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan yang langsung dipandu oleh praktisi ini. Secara pararel dan simultan mulai bulan Juni hingga Desember 2025 dilaksanakan implementasi pendampingan pemurnian galur murni secara teknis penanaman di lapang. Penyusunan deskripsi galur Sri Kawung dilaksanakan untuk persiapan pendaftaran varietas hasil pemuliaan tanaman.
Pendampingan akademisi bersinergi dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, khususnya BPP Sri Handayani memberikan kepercayaan diri dan motivasi kepada petani pemulia Tukijap, didampingi penyuluh Erna Yuliyanti, S.P. dan Wisnu Ari Wibowo, S.P. untuk mengajukan padi Sri Kawung dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil penilaian, Sri Kawung ini berhasil menjadi pemenang utama, sehingga lolos untuk diajukan ke tingkat selanjutnya, yaitu tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di tingkat Jawa Tengah, Sri Kawung yang dirakit oleh Tukijap dan pemurnian galurnya didampingi penyuluh BPP Sri Handayani dan Tim Fakultas Pertanian Unsoed kembali mendapatkan penilaian positif, dan berhasil menjadi pemenang utama dalam Krenova Jawa Tengah 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Riset Daerah (BRIDA) Jawa Tengah diumumkan hasilnya dan dilaksanakan penyerahan penghargaan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K. tanggal 26 September 2025 pada Pembukaan Pameran Produk Inovasi (PPI) Jawa Tengah Tahun 2025 di Blora. Pada acara penerimaan penghargaan ini, tim Kabupaten Wonosobo Tukijap, Erna Yuliyanti, dan Wisnu Ari Wibowo didampingi Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Ir. Dwiyama Satyanu Budyayu, M.Si dan jajaran pemerintah Kabupaten Wonosobo. Pada Pameran Produk Inovasi ini Kabupaten Wonosobo secara khusus menampilkan padi Sri Kawung dalam bentuk tanaman utuh galur hasil seleksi dan beras dengan kemasan vakum yang dihasilkan dari program pendampingan PKM tim Unsoed bersama BPP Sri Handayani, ungkap Dr.Dyah (Sekretaris PERIPI / Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia Komda Banyumas).
Sinergi pemerintah daerah, akademisi dan berbagai pihak terbukti mampu meningkatkan kompetensi dan motivasi petani untuk tidak hanya berkreasi menghasilkan inovasi, tetapi juga berkompetisi dan berprestasi. Keberhasilan ini memberikan angin segar bagi Tukijap dan para petani untuk terus berkarya menghasilkan inovasi yang unggul dan memiliki kemanfaatan, ujar Dr.Dyah
Koordinator BPP Sri Handayani, Erna Yuliyanti, S.P. menyampaikan bahwa program pendampingan petani pemulia dan dukungan dalam bentuk bimbingan teknologi serta peralatan pengemasan ini mendukung secara komprehensif pengembangan agroindustri berbasis Sri Kawung sebagai produk unggulan Kabupaten Wonosobo. Dukungan akademisi Fakultas Pertanian Unsoed bagi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sidodadi dan KTNA Kecamatan Wonosobo serta penyuluh dalam upayanya memberikan kontribusi bagi pengembangan produk unggulan Kabupaten Wonosobo ini semakin meningkatkan motivasi dan kesiapan menuju komersialisasi beras Sri Kawung. Pendampingan petani pemulia menjadi salah satu langkah penguatan ketahanan pangan melalui pencapaian ketahanan pangan dan ekonomi. Kelompok Tani Sidodadi dan BPP Sri Handayani dengan penguasaan teknologi yang didapat dari program ini akan meningkat kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan kemandirian bangsa. Program Kemitraan Masyarakat ini juga meningkatkan tersedianya pangan berkualitas mendukung pencapaian SDGs tanpa kelaparan melalui penyediaan bahan pangan unik yaitu beras Sri Kawung dengan berbagai keunggulannya, ungkap Dr. Dyah.
Sumber :
Kaunsoed, Ir. H. Alief Einstein, M.Hum.
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










