Taman Margasatwa Kinantan: Destinasi Multiwisata Peninggalan Belanda

Jumat, 28 Agustus 2020, 20:38 WIB

Kandungan nilai sejarah dan budaya menjadikan objek wisata Taman Margasatwa Dan Budaya Kinantan menjadi wisata edukasi untuk semua kalangan. | Sumber Foto:dok infosumbar

AGRONET -- Tahun 1900 seorang Asisten Residen Agam yang bernama Storm Gravenande merancang dan membangun sebuah kebun bunga yang terletak di Bukit  Malambuang. Pada akhirnya kebun bunga ini diberi nama sesuai nama sang perancang, yaitu “Stormpark”.

Kemudian pada tanggal 3 Juli 1929, Dr. J. Hock merubah nama lokasi tersebut menjadi Fort De Kocksche Dieren Park dan menambah fungsi kebun bunga menjadi kebun binatang seiring dengan dimasukkannya  beberapa koleksi binatang.

Pada tahun 1935, di lokasi yang sama dibangun Rumah Adat Baanjuang Atau Rumah Gadang sebagai cikal bakal lahirnya wisata budaya dalam satu area.  Keberadaan Rumah Adat Baanjuang atau yang lebih dikenal dengan nama Rumah Gadang yang letaknya dalam satu kawasan mampu menjadikan area ini menjadi destinasi yang multiwisata.

BERITA TERKAIT

Fort De Kocksche Dieren Park kemudian berganti nama menjadi Taman Puti Bungsu, dan akhirnya pada tahun 1995 nama tersebut dirubah menjadi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan.

Kini, Taman Margasatwa dan Budaya  Kinantan atau oleh masyarakat disebut juga Kebun Binatang Bukittinggi telah berumur satu abad lebih. Menjadi sebuah perjalanan panjang yang syarat dengan nilai sejarah. Meskipun satwa-satwa baru mulai dikoleksi pada tahun 1929, tetapi pembangunan pertama area ini diawali pada tahun 1900 meskipun baru hanya sebatas kebun bunga. 

Koleksi satwa di kebun binatang Bukittinggi merupakan kebun binatang dengan koleksi terlengkap yang ada di Sumatera. Dari mulai kelompok hewan karnivora, herbivora, maupun omnivora ada di Kinantan

Jika perjalanan diteruskan melewati “jembatan Limpapeh”, sebuah jembatan yang menghubungkan dua destinasi wisata bersejarah tersebut dengan Benteng Fort De Kock. 

Nilai histori, budaya, alam, dan edukasi berpadu dalam satu kawasan menjadikan objek wisata ini mempunyai nilai tambah.Tidak sekedar kebun binatang dan wahana budaya, objek wisata Taman Margasatwa dan Budaya  Kinantan berbeda dan melegenda. (234)

BERITA TERKAIT