’Irigasi’ Musim Kemarau

Sabtu, 08 Juli 2017, 21:48 WIB

Irigasi dengan botol

AGRONET - Musim kemarau tidak lama lagi akan tiba. Tidak jarang, sumur atau air tanah menjadi kering. Apalagi jika kemarau panjang. Salah satu kerepotan kita di rumah adalah menyiram tanaman dengan ketersediaan air yang sangat terbatas.

Namun, ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk menanggulangi masalah menyiram tanaman. Silahkan pilih cara yang paling mudah dikerjakan.

1. Irigasi Lodong
Kita harus menyediakan bambu jika ingin menggunakan irigasi cara ini. Pilihlah bambu yang berukuran besar dan potonglah menjadi panjang sekitar 3 ruas. Kemudian, buatlah lubang pada buku-bukunya, kecuali buku paling bawah yang dibiarkan utuh untuk menampung air.
Pada sisi bagian bawah bambu. Dengan menggunakan paku atau bor kecil, buatlah lubang, supaya air dapat menetes ke luar dan membasahi tanah di dekat tanaman. Jangan lupa, bambu harus dipasang sejajar dengan tanaman dan berjarak sekitar 5 sampai 10 cm dari batang tanaman.
Jangan lupa untuk mengontrol air di dalam bambu setiap hari. Jika air telah habis, isi kembali hingga penuh.

2. Irigasi Gondok.
Cara irigasi ini diciptakan oleh Rasmi R, peneliti pada kantor Ketahanan Pangan, Kota Padang. Kita tinggal menyiapkan kantong plastik. Disarankan berukuran 15 cm x 30 cm. Plastik tidak perlu baru dan yang penting tidak bocor.
Pertama, potong bagian bawah plastik. Kedua, buang semua daun pada pohon bibit siap tanam kecuali bagian pucuk, untuk mengurangii penguapan. Ketiga, masukkan plastik ke batang tanaman hingga berjarak sekitar 10 cm dari tanah. Keempat, ikat dengan erat bagian bawah plastik. Jangan sampai bocor jika plastik diisi air. Kelima, isi plastik dengan air, tarik ke arah atas hingga plastik berbentuk lonjong, dan kemudian ikat erat bagian atas plastik agar tidak merosot ke bawah.
Dengan cara ini, air dapat bertahan hingga 3 bulan. Tanaman akan menyerap air melalui kulit batang hingga akarnya berfungsi dengan baik.

BERITA TERKAIT

3. Irigasi Botol Infus
Cara ini sebenarnya sudah lama dipakai oleh para pecinta tanaman. Alat yang dipakai adalah botol air mineral bekas dan selang infus beserta dengan kran pengatur frekuensi tetesan air. Jadi, prinsip kerja pengairan ini dengan menggunakan sistem irigasi tetes. Namun, perlu diingat jika menggunakan botol dan selang infus bekas dari rumah sakit. Kita harus membersihkannya dahulu dengan menggunakan alkohol 70% agar kuman dan bakteri dapat hilang.
Cara ini selain mudah diterapkan juga efektif untuk pemeliharaan tanaman buah dan sayuran, karena jumlah aliran air dapat diatur.

4. Sistem Tisu
Cara ini menggunakan kertas tisu. Sebelum dipergunakan, terlebih dahulu kertas tisu dipilin hingga menyerupai tali. Kemudian salah satu ujungnya dicelupkan ke dalam botol air mineral dan ujung satunya lagi diletakkan hingga menyentuh tanah dekat batang tanaman. Air akan mengalir dari dalam botol - dengan menggunakan prinsip pipa kapiler – dan membasahi tanah.

5. Irigasi Kendi
Sistem irigasi ini menggunakan kendi yang ditanam dalam tanah dekat batang tanaman. Biarkan mulut kendi muncul di atas permukaan tanah, untuk memudahkan mengisi air. Jika harus terbuat dari tanah liat sehingga air dari dalam kendi akan merembes ke luar dan membasahi tanah di sekelilingnya.

6. Menggunakan botol plastik.
Kita cukup menggunakan sebuah botol plastik bekas. Setelah botol kita isi air, kita tinggal membuat lubang kecil pada tutup botol dengan menggunakan jarum atau paku. Kemudian posisi botol kita balik dan botol diikat pada batang pohon atau sebilah bambu. Besar lubang menentukan debit air yang menetes ke bawah membasahi tanaman.
Keuntungan cara ini adalah pemakaian air yang lebih hemat dibandingkan menyiram tanaman dengan cara cara menyemprot. Kita tinggal memantau isi air dalam botol. Jika telah kosong, jangan lupa untuk mengisi kembali. (555)

 

BERITA TERKAIT