
Kedelai hasil rakitan Balitbangtan Kementan. | Sumber Foto:Humas Kementan
AGRONET -- Salah satu komoditas tanaman pangan di Indonesia yakni kedelai. Faktor produksi yang cukup berperan dalam budidaya tanaman adalah pupuk. Dosis pupuk dapat ditetapkan berdasarkan status hara tanah serta kebutuhan tanaman.
Pemupukan berimbang dalam hal ini aplikasi pupuk anorganik, pupuk organik, pupuk hayati perlu diterapkan guna meningkatkan produksi tanaman dan pengelolaan hara berkelanjutan. Untuk sumber pupuk organik dapat kita optimalkan pemanfaatan sumber in situ seperti jerami, serasah kedelai, pupuk kandang dll.
Balittanah, BBSDLP, BSIP telah banyak menghasilkan inovasi terkait pemupukan diantaranya PUTK, smart soil sensing kit, pupuk hayati, dekomposer serta rekomendasi pemupukan.
Rekomendasi pemupukan yang dihasilkan ini telah disusun hingga tingkat kecamatan untuk seluruh Indonesia. Balittanah juga mengusulkan usulan formula pupuk NPK majemuk guna mendukung budidaya kedelai provitas tinggi. (AFS, Mtm, M.Is).
Sumber :
Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










