
Keberhasilan usaha penggemukan sapi, ditentukan dari memilih bibit atau bakalan. | Sumber Foto:Istimewa
AGRONET -- Pada saat ini telah banyak orang yang ingin beralih profesi menjadi seorang peternak, salah satunya adalah menjadi peternak sapi. Para peternak pemula ini sering mencari informasi mengenai bagaimana cara beternak sapi yang bisa menjadi panduan untuk memulai usaha beternak dengan baik dan benar.
Hal yang tidak boleh disepelekan berkaitan dengan budidaya sapi, terutama bagi pemula, sebagai langkah awal harus jelas dulu, sapi apa yang akan diternakkan. Apakah sapi lokal, apakah sapi limosin, apakah sapi betina, atau sapi jantan, dan model usahanya apakah pembibitan atau penggemukan.
Sapi bakalan merupakan sapi yang dipersiapkan untuk ditempatkan di kandang penggemukan dalam waktu tertentu dengan tujuan mendapatkan peningkatan bobot badan yang besar. Untuk mendapatkan peningkatan bobot badan yang besar dibutuhkan bibit bakalan sapi yang memiliki kualitas unggul sehingga dibutuhkan kemampuan memilih bibit sapi harus dilakukan secara tepat dimana tidak semua orang mengetahuinya terlebih di kalangan pemula dalam bisnis sapi.
Oleh karena itu harus diketahui cara-cara memilih sapi bakalan agar potensi taksiran sapi berhasil dengan tepat.
Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menjadi acuan bagi pemula untuk memilih jenis-jenis sapi:
Sapi bali adalah jenis sapi lokal yang paling banyak di ternakan, cirri-cirinya adalah tubuhnya yang berwarna merah sedangkan dari bagian kaki sampai ke lutut bawah dan pantatnya berwarna putih. Punggungnya bergaris warna hitam. Semakin bertambah umur dan semaki bertambah dewasa maka warna tubuhnya akan semakin gelap. Keunggulan dari sapi bali adalah adaptasinya yang baik pada lingkungannya yang baru.
Sapi Madura tergolong sapi yang memiliki badan yang kecil karena daya pertumbuhan berat badannya yang rendah. Ciri khas sapi Madura adalah punuknya, ekor serta kakinya berwarna putih, tubuhnya warna kuning hingga merah bata dan terkadang moncong.
Daya tumbuh dari sapi Brahman ini cepat, sehingga jadi pilihan bagi para peternak sapi potong. Ciri tubuhnya yang berwarna coklat hingga coklat tua dan warna kepalanya yang putih. Sapi jenis ini daya tahan tubuhnya tinggi pada cuaca panas dan kebal gigitan akan serangga. Serta presentase karkasnya cukup tinggi yaitu sekitar 45%.
Sapi impor asal prancis ini terkenal karena tubuhnya yang berukuran besar dan tingkat produksinya yang baik. Warna tubuhnya hitam bercampur warna merah bata dan putih pada moncongnnya.
Sapi yang berasal dari india ini banyak juga di ternakan, sapi jenis ini ada 2 tipe yaitu: Peranakan Ongole (PO) hasil kawin silang dengan sapi Madura, dan Sumba Ongole (SO). Ciri khasnya adalah warna tubuh putih, di sekitar kepala lebih gelap cenderung abu – abu, memiliki gelambir dan punuk, berpostur tubuh agak panjang, lehernya sedikit pendek dengan kaki yang terlihat panjang. Sapi ongole memang mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis, tapi produksi dan pertumbuhannya cenderung lemah atau lambat.
Setelah mengenal jenis-jenis sapi dan memilih jenis sapi mana yang akan diternakkan barulah cari bibit atau bakalan sapi yang berkualitas baik. Bakalan sapi yang berkualitas baik akan mempengaruhi hasil akhir dari usaha penggemukan.
Berkut ini adalah tanda-tanda yang harus diperhatikan dalam pemilihan bakalan penggemukan sapi potong:
Langkah di atas menjadi penting dan perlu diperhatikan karena faktor genetik dan jenis kelamin dari bakalan atau bibit sapi yang dipilih adalah faktor penentu awal keberhasilan usaha ternak sapi yang akan Anda rintis. Selain tentu saja faktor budidaya lain seperti pakan yang berkualitas, kandang dan lahan yang memadai serta pemeliharaan dan perawatan yang benar. (234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










