Cara Memilih Hewan Kurban

Sabtu, 19 Agustus 2017, 17:11 WIB

Hewan Kurban

AGRONET - Sudah menjadi kelaziman bagi umat muslim untuk berkurban pada Idul Adha. Tahun ini Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada 1 September 2017. Pedagang hewan kurban juga sudah mulai banyak yang memajang hewan kurban dagangannya seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Di pihak lain, masyarakat juga dituntut untuk semakin cerdas dalam memilih hewan kurban.

Agar kita tidak salah berkurban, agama telah memberikan petunjuk. Hewan yang memenuhi syarat untuk dikurbankan adalah hewan ternak, dan yang masuk dalam jenis ini adalah unta, sapi, kambing, dan domba.
Selain itu hewan yang dikurbankan harus diperoleh secara halal dan dimiliki dengan akad yang halal. Hewan kurban juga tidak boleh cacat, seperti matanya buta, lumpuh atau pincang, sakit, dan kurus.

Usia hewan kurban juga diwajibkan sudah cukup. Usia minimal hewan agar sah dijadikan hewan kurban adalah 5 tahun untuk unta, 2 tahun untuk sapi, 1 tahun untuk kambing, dan 6 bulan untuk domba.

Melihat data tahun lalu, 2016, kambing adalah yang terbanyak dipilih sebagai hewan kurban, sebanyak 650.583 ekor. Sedangkan hewan lain, 279.221 ekor sapi, 82.438 ekor domba, dan 7.535 ekor kerbau.

Ada tips dari peternak kambing yang dapat kita pakai sebagai acuan untuk menentukan umur kambing, walaupun tidak terlalu akurat.

- jika gigi seri telah tumbuh semua : umur 0-1 tahun
- 4 gigi seri telah ganti gigi tetap (poel empat) : umur 2-3 tahun
- 6 gigi seri telah ganti gigi tetap (poel enam) : umur 3-4 tahun
- 8 gigi seri telah ganti gigi tetap (poel delapan) : umur 4-5 tahun
- Gigi seri sudah mengalami kerusakan atau tanggal semua : umur lebih dari 5 tahun

Melihat syarat-syarat di atas untuk hewan kurban, maka peternak dan juga pedagang dituntut lebih selektif menyediakan hewan kurban dengan kualitas yang baik, sesuai yang telah ditentukan oleh syariat.

Seleksi hewan kurban seyogyanya dapat dilakukan sejak dini oleh para peternak, mengingat diperlukan waktu setidaknya 6 bulan agar hewan memiliki bobot yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi ternak agar menjadi hewan kurban yang berkualitas bagi masyarakat. Faktor-faktor tersebut mencakup manajamen pakan, kesehatan, dan pemeliharaan.

Sangat penting bagi para peternak untuk selalu memberitahu tentang hewan kurban yang akan ia jual. Informasi tentang hewan kurban tersebut dapat memberi wawasan kepada masyarakat awam yang belum mengetahui lebih dalam tentang hewan kurban berkualitas.

Kualitas hewan kurban baik internal maupun eksternal perlu diperhatikan bagi semua peternak. Baik dari pakan yang selalu diperhatikan serta memenuhi kebutuhan ternak, pakan yang mengandung kandungan nutrisi yang sesuai, dan pemeliharaan yang intensif agar ternak memiliki kondisi yang baik. Juga, manajemen kesehatan agar ternak tidak membawa penyakit ketika Idul Adha tiba nanti.

Masyarakat pun harus menggali informasi lebih dalam tentang hewan kurban berkualitas baik, seperti dari peternak itu sendiri, civitas akademika, dan para ulama. Penilaian secara langsung juga dapat dilakukan masyarakat dengan cara melihat kondisi hewan kurban secara fisik. Kondisi tubuh hewan kurban sangat penting diperhatikan bagi para pembeli, seperti tubuh hewan yang tidak terlalu gemuk atau tidak terlalu kurus agar proporsi daging (karkas) dapat maksimal.

Mari berKurban!

(Rizqi Kurniawan, Shifa Ayu A/Hus)