
Daun katuk (Sauropus androgynus), dikonsumsi para ibu menyusui untuk bisa meningkatkan produksi ASI. | Sumber Foto:Dok AGRONET
AGRONET -- ASI merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang bayi, terutama pada masa emas 1.000 hari pertumbuhan seorang anak. Menurut WHO, kewajiban ibu memberikan ASI dibagi 3, yaitu Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI eksklusif selama 6 bulan, dan MPASI hingga umur 2 tahun.
Tingginya tingkat kegagalan pemberian ASI eksklusif di Indonesia di antaranya karena beberapa faktor yaitu pemberian makanan prelakteal yang diberikan kepada bayi sebelum proses menyusui, kurangnya pengetahuan sang ibu, serta kurangnya dukungan orang sekitar.
Ibu menyusui, terutama bagi ibu baru akan sering merasa tertekan pada empat atau lima hari setelah melahirkan karena permasalahan menyusui mulai muncul. Misalnya ASI keluar dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali. Asupan makanan pada trimester terakhir kehamilan dan juga pasca melahirkan sangat penting perannya untuk gizi ASI.
Saat menyusui, seorang ibu sangat membutuhkan asupan buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran untuk bisa meningkatkan produksi ASI. Salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh para ibu menyusui bahkan sejak kehamilan adalah daun katuk (Sauropus androgynus).
Daun katuk memiliki sejumlah kandungan yang memperlancar dan meningkatkan ASI. Daun katuk mengandung efedrin, vitamin A, B, C, K dan pro vitamin A (betakaroten), mangaan, kalsium, fosfor, zat besi dan serat dan juga berfungsi sebagai antioksidan
Daun katuk terbukti banyak mengandung karoten yang cukup tinggi, ?-tokoferol 426 mg/kg, dan asam askorbat 244 mg/100 g daun. Daun katuk juga mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin, hormon pelancar ASI. kadar prolaktin yang tinggi ini akan meningkatkan, mempercepat, dan memperlancar produksi ASI
Daun katuk juga mengandung banyak klorofil yang dapat membersihkan sisa limbah metabolisme di jaringan tubuh, sekaligus mengatasi parasit, bakteri, dan virus di dalam tubuh manusia. Senyawa yang berperan aktif dalam bioaktivitas katuk diduga meningkatkan produksi ASI berdasarkan efek hormonal dari kandungan kimia sterol yang bersifat estrogenik
International Conference on Food Engineering & Biotechnology, Journal of Sauropus Androgynus Leaf menyebutkan bahwa ekstrak daun katuk bisa meningkatkan kuantitas produksi ASI hingga 50,7%. dibandingkan plasebo, tetapi tidak berpengaruh pada kualitas ASI. Selain itu, daun katuk juga dapat membantu kebutuhan mineral bagi ibu menyusui dan meningkatkan daya tahan tubuh bagi ibu.
Cara mengonsumsi daun katuk, sama halnya seperti sayur lain yakni dibuat sayur bening dan juga bisa dimakan dengan berbagai menu, misalnya tumis, sayur sop, atau dibuat jus daun katuk. Saat merebus dianjurkan memang jangan terlalu lama, agar tidak menghilangkan kandungan gizinya.(234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










