Buah Bit, Buah Merah Penawar Racun

Rabu, 19 Februari 2020, 12:07 WIB

Buah bit lebih dikenal umbinya yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET --  Buah bit adalah tanaman yang berasal dari keluarga Amaranthaceae-Chenopodiaceae. Artinya, buah bit masih satu keluarga dengan sayuran lobak dan sayuran berakar lainnya. Umumnya, buah ini hanya digunakan akarnya saja yang terasa manis untuk obat kesehatan. Namun lama kelamaan, daging buah dan daunnya juga dikonsumsi.

Buah bit pertama kali dikonsumsi oleh masyarakat di Afrika ribuan tahun yang lalu. Akar buahnya yang begitu populer kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Eropa. Lalu, orang-orang tersebut membudidayakan dan mengonsumsinya di daerah mereka.

Dari abad ke 16 hingga abad ke-19, buah bit digunakan untuk mendapatkan beberapa manfaat. Misalnya, jus daging buahnya digunakan sebagai pewarna makanan. Sementara kandungan gula pada buahnya digunakan sebagai pemanis campuran dalam makanan dan minuman. Terlebih, di sekitar abad ke-19, buah ini mulai digunakan sebagai salah satu campuran bahan untuk mengekstraksi dan memurnikan gula yang terbuat dari tebu.

Buah bit atau buah bit merah merupakan tanaman sejenis umbi yang berwarna ungu kemerahan. Bentuknya menyerupai kentang serta manfaat buah bit juga terdapat pada akar dan tangkainya. Biasanya buah bit dikonsumsi dengan cara dijus atau diolah lagi menjadi santapan dengan tekstur lembut.

BERITA TERKAIT

Meskipun daunnya bisa dimasak untuk dijadikan sayur, buah bit lebih dikenal umbinya yang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Buah bit mengandung tinggi karbohidrat namun kandungan lemak, kalori dan proteinnya sangat rendah.

Jadi sangat bagus dikonsumsi bagi yang sedang menjalani program diet. Kandungan betasianin (pigmen ungu) dan betasantin (pigmen kuning) yang terdapat pada buah bit inilah yang membuat warnanya menjadi merah gelap keunguan. Karena warnanya yang pekat ini, buah bit juga sering dipakai sebagai pewarna makanan alami.

Manfaat buah bit secara alami juga terdapat pada tingginya kandungan fitonutrien untuk melawan penyakit, antioksidan, vitamin dan mineral. Bahkan, buah bit dianggap menjadi salah satu sumber buah yang mengandung jenis fitonutrien, yakni, betalain. Betalain baik untuk mencerahkan warna kulit. Ia juga mampu membantu melindungi beberapa perkembangan jenis kanker dan penyakit lainnya di tubuh Anda.

Detoks alami untuk ginjal dan hati

Tubuh sebenarnya dapat mengeluarkan racun (detoks) sendiri, hal ini terjadi secara alamiah untuk mencegah Anda keracunan. Pertama, ada organ detoks ginjal yang berfungsi menyaring darah dan menghasilkan air seni.

Lalu ada paru-paru yang berfungsi mengeluarkan karbon dioksida dari oksigen yang telah dihirup. Ada kulit yang berfungsi mendorong racun dan partikel berbahaya lainnya keluar melalui pori-pori. Selanjutnya ada hati  juga yang memainkan peran penting dalam detoksifikasi, yakni dengan membuang racun dan zat berbahaya lainnya dari darah.

Untuk mendorong tubuh mengeluarkan racun, buah bit mampu membantu beberapa organ tersebut, terutama ginjal dan hati, untuk tetap bekerja secara maksimal. Hal ini ditemukan dari penelitian di Polandia. Penelitian ini menguji seekor tikus yang diberi buah bit, tikus tersebut sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan pada sel-sel di tubuhnya. Setelah diberikan buah bit secara rutin, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Phytotherapy Research menemukan bahwa tikus tersebut menjadi lebih sehat.

Hasil ini ditemukan pada tubuh tikus, yang menunjukkan bahwa kadar enzimnya menjadi baik dan organ detoks di tubuhnya jadi maksimal bekerja membuang racun di tubuh karena konsumsi  buah bit. Jangan lupa juga konsumsi kombinasi jus bit, wortel dan ketimun, adalah salah satu cara terbaik untuk membersihkan ginjal dan hati dari racun yang tertimbun di kedua organ tersebut.

Bagaimana mengonsumsi buah Bit?

Ada banyak cara untuk memasak atau mengolah bit. Salah satunya bisa dimakan secara mentah, dimasukkan ke dalam tumisan atau resep masakan, atau bahkan dipanggang.

Mengonsumsi bit mentah-mentah, akan terasa tekstur yang agak keras namun sedikit manis. Biasanya, orang menambahkan bit pada salad atau sebagai salah satu bahan campuran smoothies mereka. Dengan memakan buah bit mentah-mentah, kita bisa mendapatkan nutrisi keseluruhan dari bit secara alami.  

Selain dimakan mentah,  kita bisa mencampurkan bit sebagai bahan-bahan lain pada racikan masakan . Ketika memasak bit, tekstur dagingnya akan menjadi lebih lembut dan sedikit lebih manis. Buah ini sering digunakan dengan keju atau menggunakan cuka balsamic.

Memanggang buah bit juga dapat memberikan sensasi manis yang lebih kuat. Karena kandungan gula pada buah bit yang dipanggang bisa menjadi cairan karamel asli langsung dari gula bit yang manis. Selain dipanggang, bit juga bisa direbus atau dikukus. Penting untuk diperhatikan, bahwa memasak, memanggang, atau merebus buah bit terlalu lama dapat membuat beberapa kandungan gizi di dalamnya jadi menghilang. Baiknya, jangan masak sampai terlalu matang, masukkan bit pada saat masakan hampir siap matang

Ini berguna untuk mencegah oksidasi dan memaksimalkan nilai gizi bit. Selain itu, pilihlah bit segar, atau bit yang telah dijadikan acar untuk mendapatkan manfaat nutrisi maksimal.

Namun demikian, ada hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi bit. Meskipun jarang, beberapa orang mungkin alergi terhadap buah bit. Jika mengalami gejala alergi makanan seperti gatal-gatal, gatal atau bengkak, hentikan penggunaan bit segera dan bicaralah dengan dokter. Selain itu, ingat bahwa bit adalah salah satu sayuran yang mengandung gula cukup tinggi. Mengonsumsi satu cangkir porsi bit dapat memberikan efek negatif pada kenaikan kadar gula darah. (234)

BERITA TERKAIT