
Muhammad Padil, Duta Petani Milenial Kalimantan Timur 2020 | Sumber Foto:Dok Gekraf
AGRONET -- Muhammad Padil 29 tahun, pemuda asal Samarinda, Kalimantan Timur, adalah satu dari 67 orang petani milenial yang dikukuhkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), April 2020 lalu, sebagai Duta Pertanian Milenial dan Duta Petani Andalan.
Dua tahun lalu, Padil sempat tidak lolos dalam sistem pendaftaran online. Namun ia tidak putus asa dan mencari jalan yang lain. Sambil terus memperbaiki diri apa yang menjadi kekurangannya, Padil mengikuti jalur pendaftaran PWMP (Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian).
Padil menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online nasional, seperti Grab dan Gojek. “Kalo mau pesan menu makanan kami, silahkan cek di aplikasi online, ayam Serondeng Kampus pasti ada. Kami juga sediakan jasa pemesanan melalui aplikasi SMSKurir,” tutur Padil.
Ayam Sarondeng Kampus telah memiliki cabang di Tenggarong. Saat sebelum pandemi, omzet di masing-masing toko mencapai Rp 60 juta per bulan. Selain Ayam Serondeng Kampus, Padil juga telah merintis usaha lain yaitu olahan singkong serta nugget singkong di Samarinda.
Sambil meneruskan kuliahnya untuk mengambil gelar Master (S2), Padil aktif di beberapa lembaga. Bahkan, menduduki posisi sebagai ketua, seperti gerakan ekonomi kreatif dan beberapa lembaga lainnya.

Terdampak Pandemi
Namun di era pendemi seperti saat ini, bebaran Covid-19 telah memberi banyak dampak. Tak terkecuali Padil, usahanya pun kena imbas. Omzet turun drastis. Kehilangan pembeli yang belakangan terpaksa lebih banyak di rumah. Belakangan, omzet bisnisnya turun 50 hingga 70 persen. Hanya dalam satu minggu terakhir.
“Jika awalnya satu hari bisa mendapatkan Rp3-7 juta. Kini, kadang Rp1 juta pun tidak sampai. Jika di bawah itu, bisa goyang,” ungkapnya kepada media. Ia bersyukur pendapatan pada dua minggu sebelumnya cukup tinggi sehingga cukup untuk menutupi kebutuhan bulan ini.
Warungnya di Jalan Gelatik No 21 Samarinda masih buka. Dengan tetap menerapkan SOP tersendiri. Memastikan kebersihan dan kenyaman. Konsep jaga jarak diterapkan. Pegawai, pengunjung, dan ojek online diwajibkan menggunakan hand sanitizer.
Semenjak pengalihan ke metode pembelajaran daring, cabang utamanya di Universitas Mulawarman terpaksa harus dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan. “Di dalam kampus betul-betul tutup. Biasanya minimal dapat 150 hingga 200 order lewat staff marketing keliling. 20 pegawai itu juga akhirnya dinonaktifkan,” keluhnya.
Menyiasati hal tersebut, Padil terpaksa beralih ke strategi penjualan online. Kini, promo media sosial digenjot habis-habisan. Cukup membantu, meskipun masih jauh dari ekspektasi. Hanya memenuhi 40 persen dari target penjualan.
Strategi luring juga tetap berjalan. Lewat mitra-mitra usahanya selama ini. Dulu kerap memesan untuk acara-acara kecil maupun besar. “Karena Covid-19, pesanan 400 kotak yang baru masuk minggu lalu dibatalkan. Tetapi masih ada yang memesan untuk program Jumat sedekah.”
Kepada generasi milenial, Padil menyampaikan pesan untuk belajar dari krisis dan kegagalan. Optimis kesuksesan akan segera datang. “Saya yakin bahwa semua orang mengalami krisis dan pernah gagal. Tapi saya juga sangat yakin semua orang pasti sukses. Mulailah dan tetap bergerak maju. Awalilah dengan langkah pertamamu menuju kesuksesan yang akan kita raih,” katanya memotivasi.(234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










