
Japfa Foundation mengembangkan Program Bertani Untuk Negeri, merupakan program yang mempertemukan anak muda dengan petani dan peternak untuk bekerja dan belajar bersama mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. | Sumber Foto:Dok Japfa
AGRONET -- Indonesia merupakan negara agraris tropis ke-2 terbesar di dunia setelah Brazil. Namun produktivitas agrikultur Indonesia lebih rendah dari potensinya. Indonesia berada di peringkat 62 dari 113 negara untuk ketahanan pangan, berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam (Global Food Security Index 2019). Berdasarkan angkatan kerja, sebanyak 25% angkatan kerja Indonesia atau sekitar 35 juta orang bekerja di sektor pertanian. Namun produktivitas tenaga kerja sektor pertanian Indonesia pun rendah, hanya USD 8.84 per hari orang, lebih rendah dari Thailand dan Vietnam (Global Food Security Index 2019).
Di sisi lain, terdapat masalah dalam kebutuhan lulusan yang lebih siap kerja yang akan menjadi pemimpin masa depan. Sebanyak 2 dari 3 penyedia kerja menyatakan sangat kesulitan mencari karyawan yang siap untuk posisi manajemen. Berdasarkan skor kompetensi orang dewasa di Indonesia (PIACC) berada di bawah rata-rata OECD di kategori pemrosesan informasi dan penyelesaian masalah. Berdasarkan Future of Jobs Report, World Economic Forum (2020), dua keterampilan penting yang utama di dunia kerja adalah pemecahan masalah kompleks dan berpikir kritis.
Dengan latar belakang masalah ketahanan pangan dan kebutuhan lulusan tersebut, Japfa Foundation mengembangkan program Bertani Untuk Negeri. Bertani untuk Negeri merupakan program yang mempertemukan anak muda dengan petani dan peternak untuk bekerja bersama-sama mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Pada program yang akan dimulai pada bulan September 2020 ini, program akan menyasar peternakan ayam broiler.
“Kami mempertemukan pemuda yang passionate dengan pertanian dan mau belajar dengan petani, dan belajar bersama untuk menyelesaikan masalah produktivitas. Petani dapat berinovasi dan mengadopsi praktik manajemen pertanian yang lebih baik. Lulusan S1 pun dapat belajar keahlian yang dibutuhkan untuk lebih siap kerja menjadi pemimpin masa depan. Sehingga output program ini ada dua, yaitu dari sisi petani bisa meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan keahlian, dan dari sisi lulusan S1 dapat membangun semangat pertanian di antara generasi masa depan bangsa” ujar Lucky Luqman Nurrahmat, Chief Operating Officer.
“Melalui program Bertani Untuk Negeri, para pemuda akan mendapatkan berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan keahlian bisnis, pelatihan soft skill, pelatihan teknikal peternakan ayam dan tentunya memberikan dampak nyata.” ujar Ignatius Egan Jonatan, Departemen Program Japfa Foundation.
Antusiasme anak muda untuk mengikuti Program Bertani Untuk Negeri cukup tinggi. Hal ini dilihat dari jumlah pendaftar Program Bertani Untuk Negeri pada 17 Agustus 2020 lalu sebanyak 466 orang. Para pendaftar berasal dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri diseluruh Indonesia. Sebanyak 466 pendaftar tersebut berasal dari 111 perguruan tinggi di 25 provinsi seluruh Indonesia, dengan komposisi fakultas yaitu 46% peternakan, 25% pertanian, dan 29?ri fakultas lain.
Setelah serangkaian proses seleksi yang dilakukan pada bulan Agustus 2020, ditetapkan 16 orang penerima program dari 11 perguruan tinggi di Indonesia yang berasal dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Para penerima Program Bertani Untuk Negeri 2020 yang telah ditetapkan oleh Japfa Foundation pada 2 September 2020 adalah sebagai berikut :
1. M. Fitra Wahid. S1 Peternakan Universitas Andalas
2. Reza Fauziyah, S1 Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
3. Univia Gissa Chisara, S1 Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
4. Talita Taerea Anindita Prasetyawati, S1 Peternakan Universitas Brawisaja
5. Fikri Ibadurrahman, S1 Peternakan Universitas Padjajaran
6. Roqi Reflanska Bintang Mahardika, S1 Peternakan IPB
7. Waode Nurmayani, S1 Peternakan Universitas Hasanuddin
8. Alda Navira, S1 Pertanian Universitas Lambung Mangkurat
9. Nazirah, S1 FKIP Universitas Syiah Kuala
10. Ghina Athiyah , S1 Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB
11. Wahyu Alif Fazrien, S1 Peternakan Universitas Brawisaja
12. Wahyu Jaelani S., S1 Peternakan Universitas Hasanuddin
13. Kezia Naomi Christy Brginting, S1 Peternakan Universitas Diponegoro
14. M Haris Munandar, S1 Pertanian Universitas Syiah Kuala
15, Martha Yousephine Girsang, S1 Peternakan Universitas Gajah Mada
16. Bayu Dwi Pangestu, S1 Peternakan IPB
Para peserta program akan mendapatkan pelatihan sekaligus bekerja bersama para peternak ayam untuk meningkatkan performa hasil ternak. Program Bertani Untuk Negeri ini akan berlangsung selama 6 bulan mulai dari 15 September 2020 hingga 7 Maret 2021 di Desa Ender dan Gagasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. (234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










