
Bulog Merauke gandeng perani untuk bermitra | Sumber Foto:RRI Merauke
AGRONET -- Kepala Bulog Merauke, Karennu menyampaikan bahwa petani yang belum tergabung dalam kemitraan Bulog dipersilakan untuk mendaftar dengan berkomunikasi melalui jalur yang tersedia. Ia menegaskan bahwa Bulog siap membeli hasil panen para petani, baik dalam bentuk gabah kering panen maupun beras di hadapan petani di kediaman tokoh Papua Selatan, John Gluba Gebze, pada Selasa, 18 November 2025, ?
Ia menjelaskan bahwa pembelian harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk syarat mutu beras. “Kalau dari sampel pengadilan berasnya kami, maksimal dua persen butir patah,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa tahun ini diberikan toleransi butir patah hingga 25 persen dari sebelumnya 20 persen.
Selain itu, derajat sosoh ditetapkan pada angka 95 persen dengan kadar air maksimal 14 persen. Bila semua standar mutu terpenuhi, Bulog akan membeli beras petani seharga Rp12 ribu per kilogram di gudang Bulog, sementara gabah dibeli seharga Rp6.500 per kilogram.
Ia mengimbau petani untuk langsung membawa beras yang telah digiling ke Bulog setelah panen agar dapat segera dilakukan pembelian sesuai tarif yang berlaku. Ketentuan ini diharapkan membantu petani mendapatkan kepastian harga dan pasar yang stabil.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa syukur karena Merauke tidak melakukan impor dan saat ini berada dalam kondisi surplus beras. “Kita ini sudah surplus beras dan tiga belas ribu lima ratus ton sudah kita kirim ke kota di luar Merauke,” ujarnya.
Sumber :
Bulog Merauke - RRI
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










