Penguatan Brigade Pangan Pandeglang melalui Literasi Pertanian

Kamis, 11 Desember 2025, 16:17 WIB

Kegiatan Life of Agriculture Virtual Literacy (LOVE) sebagai ruang belajar dan penguatan kapasitas bagi calon Brigade Pangan di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang | Sumber Foto:BB Pustaka Kementan

AGRONET -- Upaya memperkokoh peran generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan terus digencarkan. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menghadirkan kegiatan Life of Agriculture Virtual Literacy (LOVE) sebagai ruang belajar dan penguatan kapasitas bagi calon Brigade Pangan di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.

Melalui literasi pertanian yang inspiratif dan aplikatif, LOVE menjadi langkah strategis menyiapkan Brigade Pangan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing. Kegiatan dibuka oleh Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro yang menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani dan optimalisasi lahan untuk mendukung swasembada pangan.

Eko menyampaikan bahwa Brigade Pangan merupakan program strategis Kementerian Pertanian untuk mempercepat produksi pangan nasional. Dengan keanggotaan yang masih baru, BP memerlukan pendampingan intensif melalui literasi dan pertukaran pengetahuan agar kelembagaannya semakin kuat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, H. Uun Junandar, menyebutkan bahwa dalam 2–3 bulan terakhir telah terbentuk 27 Brigade Pangan di wilayahnya. Ia menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan mulai dari identifikasi wilayah, rekrutmen anggota, hingga bimbingan teknis, agar BP mampu meningkatkan luas tanam, indeks pertanaman, serta ketahanan pangan daerah.

Koordinator Penyuluh Cibaliung, Anah Mulyanah menjelaskan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, inovator, fasilitator, dan motivator bagi petani serta Brigade Pangan. Sementara itu, Manajer BP Sawur Langit, Moh. Maksum melaporkan bahwa BP yang dikelolanya memiliki lahan 137 hektar dengan konsolidasi 5 hektar. Minimnya irigasi membuat tanam ketiga sulit dilakukan, sehingga diperlukan perhatian dan kerja sama lintas pihak.

Materi teknis disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Ketindan Malang, Ahmad Dedy Syathori yang menyoroti perlunya peningkatan produksi untuk mengimbangi konsumsi beras nasional melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.

Ia menyebutkan tiga indikator keberhasilan Brigade Pangan yaitu meningkatnya indeks pertanaman dan produktivitas padi, berkembangnya usahatani modern, meningkatnya pendapatan BP, pemilik lahan, dan petani penggarap.

Kegiatan LOVE ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan Brigade Pangan sehingga pendampingan dapat berjalan lebih efektif.

Sumber :
Balai Besar Perpustakaan dan Literasai Pertanian