
Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tempat pengujian spesimen hasil tes swab untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19). | Sumber Foto:Ilustrasi AGRONET
AGRONET -- Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tempat pengujian spesimen hasil tes swab untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19).
Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Bogor yang ditandatangi pada Rabu 8 April 2020 kemarin oleh Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim, Nomor 440.45-254 Tahun 2020 tentang Penetapan Laboratorium Collaborative Reserach Center IPB Dalam Rangka Pengujian Diagnostik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Bogor.
Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim mengonfirmasikan, "SK tanggal kemarin tapi teknisnya mulai hari ini, kamis 9 April 2020 bisa dipakai."
Dengan ditunjuknya laboratorium IPB dapat mempercepat proses pengolahan sampel spesimen swab tes warga Kota Bogor yang sebelumnya diserahkan ke Litbangkes Kemenkes dan Labkesda Jawa Barat. Akan mempercepat proses pengolahan sample specimen swab test, harapnya. Selama ini sample specimen swab test harus dikirim ke Jakarta atau Bandung.
Sementara itu, Rektor IPB Dr Arif Satria mengaku sudah menerima SK tersebut. Secara teknis, laboratorium kampusnya itu siap menerima spesimen swab tes.
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Arif Satria mengatakan laboratorium milik IPB sudah siap untuk melakukan pengujian sampel swab virus Corona (Covid-19). Laboratorium milik IPB ini mengklaim mampu melakukan uji terhadap 120-180 sampel dalam seminggu sehingga dapat mengurangi beban laboratorium kesehatan milik Kemenkes RI dan Pemprov Jabar.
"Dengan adanya surat dari Menteri dan SK Wali Kota sudah cukup. Kita siap (menerima spesimen swab test). Teknisnya ditanyakan ke penanggungjawab laboratoriumnya ya," ucap Arif.
Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim mendorong agar hasil swab yang dijalani orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19 bisa dipercepat.
Menurutnya, lambatnya hasil uji swab menjadi salah satu penyebab banyaknya ODP dan PDP pada kasus Corona meninggal lebih dulu sebelum diketahui hasil swab-nya. Proses pemetaan cluster penyebaran dan penanganan virus corona menjadi sangat terlambat.
"Saya menduga karena lambatnya proses pemetaan klaster akibat keterlambatan hasil swab test, membuat penyebaran (virus corona) menjadi kurang terkendali," kata Dedie kepada media, Selasa 31 Maret 2020. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor mengusulkan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam video conference untuk mendorong laboratorium IPB dijadikan sebagai laboratorium penanganan Covid-19, dan alhamdulillah disetujui.(234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










