
Dr. Budi Waluyo, SP., MP bersama mahasiswanya melakukan penelitian konservasi sumberdaya genetik tanaman asli Indonesia, yaitu bunga telang, ceplukan, dan kwaci. | Sumber Foto:DOk Humas FP UB
AGRONET -- Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) melakukan pengelolaan hasil pelestarian tanaman asli Indonesia yang diolah menjadi produk makanan maupun minuman yang dipamerkan di bazar Fakultas, beberapa waktu lalu.
Melalui penelitian Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) Dr. Budi Waluyo, SP., MP tentang genetik ceplukan, kwaci, dan bunga telang, dia menghasilkan sebuah tanaman yang bermanfaat bagi obat mata serta aneka makanan dan minuman. Tanaman yang dipilih sebagai objek penelitian ini adalah tanaman yang ada di masyarakat tetapi tidak dibudayakan secara intensif dan belum menjadi perhatian pemerintah.
Oleh sebab itu, Budi Waluyo mengelola tanaman tersebut untuk diteliti bersama mahasiswanya. Penelitian ini dilakukan dengan konservasi sumberdaya genetik tanaman asli Indonesia, yaitu bunga telang, ceplukan, dan kwaci.
Pertama, penelitian ini dilakukan dengan cara pendekatan tentang pemanfaatan tanaman tersebut dengan melibatkan masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraannya. Kedua, mengelola tanaman tersebut agar genetiknya bisa dijadikan bahan riset.
"Sebenarnya saya mengelola tanaman - tanaman asli Indonesia bukan hanya dari malang saja melainkan saya juga mengelola ceplukan dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Saya punya koleksi ceplukan dari seluruh Indonesia dan saya teliti bagaimana genetiknya, mahasiswa saya libatkan untuk memanfaatkan berbahan genetik ini untuk penelitian dan skripsi. Selain itu, saya juga menantantang mereka agar ceplukan ini bisa dijadikan sebagai produk dan dari hasil itu lahirlah chipbar kemudian kismis dari ceplukan,"katanya.
Dari hasil penelitian ini, Budi Waluyo berkolaborasi dengan para produk luar seperti susu dari Pisum sativum L. Kemudian, selain itu ada koro kratok atau nama ilmiahnya Phaseolus lunatus serta ada tanaman okra dikembangkan di ATP Jatikerto. "Pada intinya dalampenelitian ini tidak hanya bagaimana melakukan konservasi tetapi juga memberikan manfaat produknya,"katanya.(234/Humas FP Unbraw)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










