
Seminar Nasional, betema “Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0” digelar Program Studi Peternakan, FP UNS, Rabu, 13 November 2019. | Sumber Foto:Dok FP UNS
AGRONET -- Cita-cita Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 sangat potensial untuk diwujudkan, salah satunya melalui optimalisasi produktivitas ternak di Indonesia. Beberapa potensi keunggulan komparatif peternakan di Indonesia adalah ekosistem tropis Indonesia yang memungkinkan kegiatan peternakan dilakukan sepanjang tahun, adanya variasi genetik, dan aktivitas ekstensifikasi dan intensifikasi kegiatan peternakan yang semakin marak.
Namun demikian perlu dilakukan usaha yang efektif dalam mengelola potensi-potensi yang ada untuk menggapai cita-cita tersebut. Saat ini, pengelolaan peternakan Indonesia di berbagai wilayah masih cenderung bersifat tradisional yang masih menyisakan beberapa faktor yang perlu dibenahi. Pada era revolusi industri 4.0 ini, arah pengelolaan peternakan Indonesia sudah seharusnya menyesuaikan perkembangan era teknologi digital dan otomatisasi.
Dalam rangka mendukung swasembada pangan dan peran Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian UNS menyelenggarakan Seminar Nasional, betema “Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0” Rabu, 13 November 2019.
Menghadirkan 4 narasumber utama yaitu : Dr.Ir.Dicky Pamungkas, M.Sc. (Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Grati), Prof Dr.Sc.Agr. Suyadi, MS (Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang), Hindro Setyawan, S.Pt (Technical Education & Consultation Asistant Manager PT. Medion), serta Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D. (Kaprodi Peternakan FP UNS).
Konsep pengembangan peternakan yang banyak dikembangkan untuk mendukung era revolusi industri 4.0 adalah konsep peternakan cerdas, yang biasa juga disebut smart farming. Konsep ini merujuk pada penerapan Teknologi pada bidang peternakan yang bertujuan untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kuantitas dan kualitas) serta efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Pemanfaatan kemajuan revolusi industri 4.0 di bidang peternakan diharapkan dapat menunjang peningkatan produksi ternak dari hulu ke hilir dan memperlancar distribusinya serta dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan peternakan berbasis revolusi industri 4.0 antara lain adalah sumberdaya manusia, diseminasi teknologi dan pemanfaatannya, kondisi lahan makanan ternak dan regulasi serta dukungan dari Pemerintah.
Kampus, lembaga penelitian, perusahaan dan kelompok masyarakat harus ikut andil dalam mendorong pemanfaatan revolusi industri 4.0 di bidang peternakan ini. Oleh karena itu, seminar nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi, sharing pengetahuan dan pengalaman serta diseminasi kajian atau hasil penelitian terbaru dalam bidang peternakan yang melibatkan Pemangku Kebijakan, pakar, peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa.
Seminar Nasional ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Samanhudi, SP.,M.Si. dengan dihadiri oleh akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga/istansi. Pemaparan materi dan diskusi oleh narasumber utama, dilanjutkan dengan pemaparan makalah dan diskusi kelas pararel sesuai dengan bidang kajian, yaitu Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, dan Kesehatan Ternak.(234)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










