
Kepala BKP, Agung Hendriadi (tiga dari kiri), usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor Untirta di Kampus Untirta, Banten, Jumat (11/10). | Sumber Foto: Humas BKP Kementan
AGRONET -- Dalam upaya penanganan daerah rentan rawan pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kerja sama dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Kerjasama ini sebagai langkah awal dan strategis dalam penanganan kerentanan rawan pangan di Banten. Terlebih di daerah ini masih ada wilayah rentan rawan pangan.
Hal itu disampaikan Kepala BKP, Agung Hendriadi, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MOU) di Kampus Untirta, Jum'at (11/10). Usai MOU Agung melanjutkan dengan memberi kuliah umum di hadapan rektor, dekan, para dosen, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Untirta.
Menurut Agung ketahanan pangan sifatnya dinamis. Kondisi saat ini akan berbeda dengan masa mendatang karena pertambahan penduduk serta tuntutan pangan yang beranekaragam dan berkualitas.
Untuk itu, ujar Agung, Banten sebagai daerah penyangga pangan ibu kota harus dipertahankan kondisinya agar lebih baik lagi. "Kalau Banten ketahanan pangannya lemah, pasti akan berpengaruh pada pasokan pangan di ibu kota. Untuk itu harus dijaga dan ditingkatkan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Agung juga berpesan kepada Rektor, agar para mahasiswa yang mau kuliah kerja nyata (KKN) tidak ditempatkan di daerah-daerah yang sudah maju tetapi di pedesaan. Tujuannya untuk bisa membantu memproduksi pangan agar berkecukupan dan berkualitas.
Agung menambahkan, sebagai implementasi kerjasama dalam pengentasan kerawanan pangan, Badan Ketahanan Pangan akan menempatkan kegiatan stratgeis di daerah rentan rawan pangan. Para mahasiswa nantinya bisa mendampingi, sehingga daerah yang semula rentan rawan pangan menjadi tahan pangan.
Terkait hal tersebut, Rektor Untirta, Fatah Sulaeman, mengatakan Banten akan tetap menjadi pusat unggulan pangan. Melihat tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, Fatah meminta Agung sebagai pengarah center of excellent for food security Untirta.
"Saat ini kami mengirim 21 mahasiwa yang sedang belajar di berbagai tempat di luar negeri. Khususnya belajar ketahanan pangan," tambah Fatah. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










