UNSOED ‘World Class University’

Sabtu, 07 Oktober 2017, 19:33 WIB

Arief Budiman CEO Petak Umpet dalam Pemaparan Branding UNSOED | Sumber Foto:agronet.co.id

AGRONET – Menuju World Class University, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Univesitas Jenderal Soedirman (PP KAUNSOED) mengadakan Sarasehan Branding UNSOED (7/10). Haiban Hadjid, Ketua KAUNSOED, menyebutkan, “Branding itu sangat penting tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa hal itu penting.  Kadang kala terlena, merasa sudah terkenal, sudah punya kelas, padahal itu belum tentu.” 

Haiban mencontohkan beberapa merk ponsel terkenal yang secara branding dan teknologi tidak memiliki kekurangan, tapi saat ini sudah ‘rontok’.  Sekelas ponsel ternama saja bisa runtuh, untuk perguruan tinggi yang berada di daerah UNSOED sangat perlu melakukan branding

Keseriusan PP KAUNSOED membranding UNSOED terlihat dengan didatangkannya pakar branding Arief Budiman, CEO Petak Umpet. Dimoderatori oleh Erie Sasmito selaku Sekretaris Jendral KAUNSOED, Arief memberikan saran dan strategi UNSOED menuju ‘World Class University’.  Saran dan strategi yang disampaikan Arief, sudah dilaksanakan Eryc Suddywo, Humas KAUNSOED.  “Untuk membrading  UNSOED, kami sudah membuat Group Facebook yang saat ini anggotanya sudah 6200.  Tak kalah penting, kami juga sudah menggandeng beberapa media, terutama MNC Group, meliputi : Sindo Trijaya FM, RCTI, Okezone, Koran Sindo untuk memberitakan kegiatan-kegiatan yang diadakan UNSOED.”

Mematangkan strategi branding UNSOED  Final Prajnanta selaku Ketua Bidang Komunikasi KAUNSOED memandu Lelin Eprianto, Direktur Pertamina Drilling Service Indonesia memaparkan strategi branding dengan pendekatan leadership.  “Branding  UNSOED dapat dimulai dengan analisis persepsi, minimal dari 3 sekmen.  Universitas, Mahasiswa dan Alumni.  Analisis ini dapat dilakukan dengan melakukan survey, kemudian dianalisia dan mensosialisasikan kembali hasil dari analisis yang sudah dilakukan.  Dan pastikan kegiatan tersebut berjalan.” Ujar Lelin yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi UNSOED.  Menanggapi masukan tersebut, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si, Rektor UNSOED, menyampaikan, “UNSOED rumah bersama, ayo jaga besama, ayo tingkat bersama.  Mari kita tindak lanjuti.”

Jauh sebelum diadakannya Sarahsehan Branding UNSOED KA Fakultas Peternakan (Fapet) UNSOED, telah menerapkan gagasan yang disampaikan Lelin.  Roni Fadillah, Ketua KA Fapet UNSOED Jabodetabeksesuci, menyebutkan, “Sinergi antara Alumni, Fakultas dan Mahasiswa telah berjalan dengan baik.  Terlebih, KAFAPET UNSOED telah memberikan rekomendasi ke Kementerian Pertanian (Kementan) yang kini menjadi salah satu butir Peraturan Menteri (Permen) Kementan.”  Sejalan dengan Roni, KA Fakultas Biologi yang diwakili Riswati saat ini tengah menyatukan persepsi dengan Fakultas Biologi. Salah satunya dengan melibatkan Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam dan Pramuka bekerjasama dengan Komunitas Peduli Lingkungan Di Banyumas.

Haiban menambahkan, “UNSOED memiliki banyak potensi yang bisa diekspos. Kalau dipublikasikan, dikemas dan dibranding dengan baik.  Saya yakin UNSOED akan lebih maju, untuk membranding UNSOED harus dilakukan bersama-sama.”  Dari perwakilan Mahasiswa Alfian Nour Setiawan, Komisi C (Eksternal) Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) UNSOED merasakan manfaat peran Alumnni dalam membranding kampus.  “Alumni selalu bersinergi dengan kami. Antara mahasiswa dan Alumni, komunikasi telah terjaga dengan baik.  Dengan adanya sinergi ini kedepannya kami yakin dapat mengembangkan UNSOED, sesuai dengan harapan,” jelasnya.

Bertempat di Best Western Hotel, Jakarta juga diadakan penandatanganan  Akta Pendirian Yayasan Keluarga Alumni UNSOED.  Seusai Acara Sarasehan Branding UNSOED, dilanjutkan dengan Mendoan Summit.  Lelang Mendoan senilai 7 juta rupiah, dimenangkan oleh Alumni Fakultas Hukum UNSOED.  Dengan adanya rangkaian acara ini, kedepannya menjadikan UNSOED sebagai ‘Wordl Class University’. (269)