Pemprov Bangka Belitung Jalin Kerja Sama dengan IPB

Jumat, 16 Februari 2018, 18:16 WIB

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Arif Satria dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. H Erzaldi Rosman menandatangani naskah kesepahaman, di kampus Dramaga, Bogor (15/2)

AGRONET - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. H Erzaldi Rosman menandatangani naskah kesepahaman, di kampus Dramaga, Bogor (15/2). Menurut rektor, kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di Bangka Belitung dalam bidang penelitian, bukan sesuatu yang baru. Secara parsial, IPB telah bekerja sama melaksanakan reklamasi pasca tambang, program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Belitung Timur tahun 2011.

”Dengan kedatangan gubernur diharapkan akan banyak lagi mahasiswa KKN ke Bangka Belitung. Mahasiswa bisa mengenal potensi daerah, sekaligus dapat mengembangkan potensi lada. Seperti kita ketahui, Bangka Belitung adalah provinsi yang terkenal dengan lada. Dengan kolaborasi, kita akan kembangkan potensi lada ini secara terintegrasi dari hulu sampai hilir,” ujar rektor.

Lebih lanjut rektor bertutur, dalam bidang pendidikan, kita mengenal  beasiswa utusan daerah. Program ini merupakan kesempatan bagi putra daerah untuk kuliah di IPB atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi. Ini penting digagas untuk mendistribusi pembangunan. “Kita dorong putra daerah untuk menggali ilmu di IPB dan kembali ke daerahnya setelah lulus,” kata rektor.

Rektor menambahkan, kerja sama ini juga bagian dari proses bagaimana IPB berusaha mengembangkan inovasi konkrit, ekonomi rakyat maupun industri nasional. IPB ingin banyak bergerak di lapangan, karena dengan lebih aktif di lapangan, semakin banyak pengetahuan yang kita miliki untuk melengkapi ilmu pengetahuan yang dikembangkan di bangku kuliah. 

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan, pihaknya akan langsung menyusun rencana strategis. Terkait pengembangan komoditi lada, selain dengan IPB, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga telah bekerja sama menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
Ia mengatakan, turunnya komoditas lada Bangka Belitung mendorong pemerintah Bangka Belitung serius untuk mengawal hingga pada level pembinaan petani. ”Pada tahun 2004/2005, produksi lada mencapai 30 ribu ton per tahun. Namun, pada tahun lalu sekira 7 ribu ton saja. Luar biasa turunnya, karena salah kelola. Untuk mengembalikan kejayaan lada, maka butuh kerja sama,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, gubernur meminta IPB untuk mengirim lebih banyak lagi mahasiswa. ”Saya ingin 500 mahasiswa IPB bergabung dengan mahasiswa UBB dan UGM untuk satu tujuan yaitu mensukseskan kejayaan lada. Mahasiswa pertanian, peternakan, perikanan, ayo ke Bangka Belitung,” ajak gubernur.
 
Setelah acara penandatanganan naskah kesepahaman, gubernur memberikan kuliah umum dengan tema ”Strategi Peningkatan Daya Saing Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Pendekatan Integratif Hulu-Hilir”. Kuliah umum yang digelar di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga ini disampaikan di hadapan 300 mahasiswa dan sivitas akademika IPB serta beberapa perwakilan dari masyarakat umum.

Selanjutnya di hari yang sama, gubernur beserta jajaran  melakukan kunjungan ke IPB Science Techno Park (STP) dan Serambi Botani.  Kunjungan ke IPB STP selaras dengan keinginan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui peningkatan pengolahan dan pengembangan produk.

Saat ini IPB STP akan dikembangkan menjadi National Science Techno Park berbasis komoditas unggulan IPB. Pengembangan STP dalam rangka pemanfaatan produk-produk inovasi IPB yang konkrit yang dapat menggerakkan ekonomi nasional. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap dapat menyerap inovasi yang ada dan bekerja sama untuk meningkatkan  industri pengolahan khususnya.

Kunjungan ke Serambi Botani, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pentingnya sinergitas aspek penelitian dan pengembangan dengan aspek pemasaran produk. Serambi Botani menjadi gerai pelopor yang menyediakan produk-produk lokal berkonsep alami dan sehat bagi masyarakat, melalui penelitian dan pengembangan secara konsisten. (dh/Humas IPB/555)