"SILIH SIMBEUHAN"

Minggu, 25 Januari 2026, 19:57 WIB

ENTANG SASTRAATMADJA | Sumber Foto:Dok. PRIBADI

AGRONET -- Silih simbeuhan berasal dari bahasa Sunda yang artinya saling mencurahkan, saling memberikan, atau saling berbagi. Berikut penjabaran lebih detilnya :

Dalam konteks budaya Sunda, istilah ini sering dipasangkan dengan kata lain, contohnya "Silih simbeuh pangaweruh", yang berarti saling mencurahkan ilmu atau pengetahuan. Silih simbeuhan menggambarkan hubungan yang harmonis, di mana satu sama lain saling memberikan manfaat dan kebaikan, sejalan dengan prinsip silih asah, silih asih, silih asuh. 

Sedangkan "silih asah, silih asih, silih asuh" adalah filosofi Sunda yang berarti saling mendidik/mencerdaskan (asah), saling menyayangi (asih), dan saling membimbing/menjaga (asuh), menekankan keharmonisan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat melalui interaksi positif yang saling mendukung, mencakup pengembangan ilmu, kasih sayang tulus, serta bimbingan dan perlindungan satu sama lain untuk tumbuh bersama. Lebih jelasnya lagi, makna per kata :

  • Silih Asah: Saling mengasah (pertajam) pikiran, saling mendidik, saling mencerdaskan, atau berbagi ilmu dan pengetahuan.
  • Silih Asih: Saling mengasihi, saling menyayangi, saling peduli, dan menunjukkan belas kasih satu sama lain.
  • Silih Asuh: Saling membimbing, saling menjaga, saling mengayomi, dan melindungi sesama. 

Secarq filosofi kalimat silih asah, silih asih dan silih asuh adalah mengajarkan pentingnya membangun masyarakat yang kuat dan sejahtera dengan cara membangun hubungan yang saling mengisi dan memperkuat, bukan saling menjatuhkan, sehingga tercipta suasana yang hangat, akrab, dan penuh dukungan. 

Pengamatan penulis, terkait dengan sikap silih simbeuhan, dapat diamati dari kiprah para birokrat dalam merumuskan program pembangunan nya. Dalam rumpun pertanian misalnya, kita kenali ada Dinas Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan dan lain sebagainya.

Pada jamannya, tentu kita sempat menyaksikan bagaimana para Pimpinan Perangkat Daerah ini menikmati keuntungan dari prinsip silih simbeuhan ini. Biasanya, masing-masing Perangkat Daerah tersebut akan menyusun program dengan nama Rapat Koordinasi. Setiap Perangkat Daerah akan mengundang Perangkat Daerah lain untuk hadir sebagai pesertanya.

Contoh nyatanya, ketika Dinas Tanaman Pangan melakukan Rapat Koordinasi. Acara semacam ini, biasanya digelar sehari penuh, dari pagi sampai sore. Dalam Rapat Koordinasi yang dipumpin Keoala aperangkat Daerah tersebut, biasanya dianggarkan honor untuk yang membuka dan merangkap sebagai pimpunan rapat.

Pada jamannya, honor sebagai pimpinan rapar koordinasi ini, jelas merupakan tambahan penghasilan Kepala Perangkat Daerah yang dilegalkan oleh aturan. Bisa dibayangkan berapa penghasilan yang diperoleh Keoaka Perangkat Daerah diluar gaji resminya, jika dalam rumpun pertanian tersebut ada lima atau enam Perangkat Daerah.

Yang dimaksud dengan silih simbeuhan disini adalah dengan digelarnya rapat koordinasi oleh setiap Perangkat Daerah yang berada dalam satu rumpun, otomatis para Kepala Perangkat Daerah akan memperoleh honor sebagai pemimpin rapat koordinasi. Kalau pada jamannya honor tersebut besarannya Rp. 1 juta per rapat koordinasi, bisa dihitung berapa jumlah penghasilan tambahannya.

Dalam konteks birokrasi, silih simbeuhan bisa diartikan juga sebagai prinsip saling berbagi informasi, sumber daya, atau tanggung jawab antar instansi atau departemen. Ini bisa meningkatkan kolaborasi, efisiensi, dan transparansi dalam pemerintahan.

Dalam prakteknya, silih simbeuhan bisa diterapkan dengan:

  • Berbagi data dan informasi antar departemen
  • Kolaborasi dalam proyek atau program
  • Membantu departemen lain yang membutuhkan sumber daya
  • Mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan individu atau departemen

Dengan silih simbeuhan, mestinya birokrasi bisa lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Lewat silih simbeugan, kinerja birokrasi Pemerintahan akan lebih efektip dan efesien dalam merumuskan program yabg diunggulkannya.

Di sisi lain, silih simbeuhan juga bisa diartikan sebagai saling membantu atau berbagi rezeki, termasuk dalam hal menambah penghasilan. Dalam konteks ini, silih simbeuhan bisa berarti saling membantu antar pegawai atau perangkat daerah untuk meningkatkan pendapatan, misalnya dengan berbagi peluang bisnis atau saling membantu dalam meningkatkan produktivitas.

Tapi, perlu diingat bahwa dalam birokrasi, perlu ada batasan yang jelas antara silih simbeuhan yang positif dan yang bisa menimbulkan konflik kepentingan atau korupsi. Sorotan terhadap silih simbeuhan yang negatif, cenderung lebih menarik untuk dibincangkan, ketimbang yang pisitip.

Sumber:
ENTANG SASTRAATMADJA - ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI