Pangan Diolah, Pendapatan Petani Jadi Bertambah

Minggu, 07 Agustus 2022, 16:18 WIB

Pangan Diolah, Pendapatan Petani Jadi Bertambah | Sumber Foto:SUMEDANG

AGRONET -- Ketua Kelompok Tani Bumi Medang Wangi Desa Jingkang, Aep Wahito, mengatakan dirinya beserta anggota kelompok tani lainnya bisa mendapat keuntungan lebih dari pengolahan pasca panen. Yaitu dengan pengelolaan pasca panen produk mentah menjadi produk rempah-rempah dalam kemasan seperti kencur mentah yang tadinya sebelum diolah harganya rendah kini memiliki harga jual yang tinggi setelah diolah lebih lanjut oleh kelomptok tani.

Alhamdulilah sekarang kelompok tani sudah bisa melakukan pengelolaan pasca panen. Ini hasil binaan dari BLK dan ITB," kata Aep, Minggu, 7 Agustus 2022.

Menurut Aep, tadinya harga Kencur cuma Rp. 8000 ribu per kilo. Setelah diolah harganya bisa mencapai Rp. 20 ribu per 100 gram.

Ia menambahkan, Kelompok Tani di wilayahnya sudah bisa memproduksi sendiri rempah-rempah dalam kemasan dan sudah menjual ke pasaran.

"Mulai dari irisan rempah-rempah sampai bubuk asli dikemas oleh Kelompok Tani. Termasuk pemasarannya. Bahkan sudah ada penawaran dari Bekasi untuk penerimaan produknya," katanya.

Aep menambahkan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang diberikan oleh UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang.

"Kelompok tani yang berada di desa Jingkang salah satu kelompok yang ikut serta pelatihan tersebut. Kami haturkan terima kasih kepada Disnakertrans dan UPTD BLK Sumedang," ucapnya.

Setelah mendapatkan pembinaan dari BLK, kelompok tani yang dipimpinnya melaksanakan pembinaan ke tiap dusun untuk menularkan ilmu yang diterima.

"Sekarang sudah ada 9 kelompok tani dan 135 anggota untuk budidaya empon-empon ini di atas lahan sekitar 227 hektar," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2020 bibit yang ditanam jumlahnya cukup besar sehingga biaya tanamnya per hektar sampai ratusan juta rupiah.

"Waktu itu bibit kencur 300 Ton, kunyit 50 Ton, jahe 100 Ton, lengkuas 50 ton dan pupuk kandang sekitar 14 ribu karung," ungkapnya.

Namun demikian, seiring beriringnya waktu dan bertambahnya pengetahuan di Tahun 2021 menghasilkan hasil panen yang cukup memuaskan.

"Hasil panen Kencur sekitar 2000 Ton, Kunyit 5000 Ton, Jahe 1000 Ton, Lengkuas 3000 Ton. Itu data yang berada di kelompok tani, belum lagi yang per orangnya," terangnya.(*)

 

Sumber:

SUMEDANG