Daging Sapi Bali Jantan Rendah Lemak dengan Pakan Berbasis Sawit

Minggu, 13 Desember 2020, 07:51 WIB

Bungkil serta pelepah sawit dapat digolongkan sebagai bahan pakan ruminansia yang potensial. | Sumber Foto:Balitbangtan

AGRONET -- Pengembangbiakan atau pembesaran sapi potong akan lebih menguntungkan apabila terintegrasi dengan sektor pertanian/perkebunan dan agroindustrinya. Pemeliharaan dengan pakan terintegrasi adalah manajemen beternak sapi yang saling menopang dan memberi manfaat. Misalnya, sapi potong diberi pakan dari hasil samping pertanian seperti jerami atau dedak padi, lalu lahan pertanian menerima manfaat pupuk dari kotoran sapi.

Hasil samping agroindustri sawit yang paling menonjol adalah bungkil inti sawit, merupakan bahan sumber protein. Selain bungkil, dari segi jumlah biomas yang dihasilkan, pelepah sawit dapat digolongkan sebagai bahan pakan ruminansia yang potensial.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam rilisnya (11/12) menjelaskan Balitbangtan telah melakukan penelitian kualitas daging sapi Bali jantan yang diberi pakan berbasis sawit. Penelitian dilaksanakan oleh Peneliti Balitbangtan di Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapo) yakni Noor Hudhia Krishna, Mariyono, Dicky Pamungkas, dan Yeni Nur Anggraeny telah melakukan penelitian terkait Kualitas Daging Sapi Bali Jantan yang Diberikan Pakan Berbasis Sawit.

Menurut penjelasan Noor dan rekan-rekannya, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis hasil samping agroindustri sawit terhadap kualitas kimia dan fisik daging sapi Bali jantan. Penelitian dilakukan di Lolit Sapo selama empat bulan dengan menggunakan 15 ekor sapi Bali jantan dengan berat badan awal 300-400 kg dan skor kondisi tubuh sekitar 5 (skala 1-9).

Sapi dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Setiap kelompok diberi pakan yang berbeda, baik bahan penyusun maupun jumlah masing-masing bahan (penghitungan berdasar bahan kering). Setelah empat bulan, sapi disembelih dan diamati kualitas dagingnya. Parameter yang diamati adalah kualitas kimia dan fisik daging yaitu kadar air, kadar lemak, daya ikat air dan susut masak.

Hasil pengamatan terhadap sifat kimia daging sapi Bali jantan yang diberi pakan kelompok 1, 2 dan 3 memiliki kadar airnya berturut 70,4 persen, 69,0 persen, dan 70,6 perseb. Sedangkan kadar lemak daging adalah 2,3 persen, dan 3,1 persen dan 4,0%. Kemudian untuk sifat fisik daging, memiliki daya ikat air 38,9 persen, 38,1 persen, dan 39,0% serta susut masaknya masing-masing 49,4 persen, 48,7 persen, dan 48,2 persen.

Sapi yang diberikan pakan menggunakan hasil samping agroindustri sawit memiliki kualitas daging relatif sama dengan yang diberikan pakan tanpa sawit. Pakan hasil samping industri sawit cenderung menghasilkan kualitas daging, yang memiliki kadar lemak rendah. (Balitbangtan/357)