
Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono. | Sumber Foto:Ditjenbun
AGRONET -- Produk turunan kelapa Indonesia seperti cocopeat cukup diminati pasar Timur Tengah, utamanya negara Uni Emirat Arab. Produk Cocopeat ini adalah produk turunan kelapa yang berasal dari coconut fibre/coconut coir atau serabut kelapa yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan media tanam budidaya, pupuk, dan absorben dalam industri. Cocopeat umumnya dikemas dalam bentuk kemasan serbuk curah atau dalam kemasan kompres (mampat dan padat) berbentuk balok (briket), lempengan papan, dan lempengan cakram.
PT. Sumber Pangan Indonesia (SPI), sebagai salah satu pelaku usaha nasional binaan Ditjen Perkebunan yang bergerak dalam bidang perdagangan khususnya agrobusiness telah berpengalaman dalam bisnis industri pengolahan kelapa menjadi cocopeat, tepung Kelapa, dan olahan lainnya. Saat ini bisa bangkit kembali di tengah pandemi untuk bisa melakukan ekspor ke Dubai, UEA.
Menurut Direktur Utama, PT. SPI, Siti Saidah, pada tanggal 26 Juli lalu dilakukan stuffing 3 container cocopeat atau sekitar 20 ton melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya Jawa Timur. Menurutnya PT. SPI telah lama menjajaki dan melakukan kontrak kerjasama jangka panjang dengan salah satu perusahaan besar di Dubai, UAE untuk supply buah Kelapa dan produk turunannya seperti cocopeat, tepung Kelapa, dan lainnya .
"Kami berharap, semoga kerjasama business to bussiness dengan pelaku usaha di UAE ini dapat membawa manfaat bukan hanya bagi perusahaan tapi bisa mensejahterakan para petani kelapa, dan juga dapat menambah devisa negara," ujarnya.
Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono, dalam keterangan (31/8) menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan PT. SPI untuk mensukseskan peningkatan ekspor komoditas perkebunan Indonesia utamanya produk turunan kelapa dalam rangka akselerasi program Gratieks yaitu Gerakan 3 kali lipat ekspor hingga tahun 2024.
Ditjen Perkebunan terus memfasilitasi petani untuk memberikan bantuan sarana alat pascapanen dan pengolahan untuk menghasilkan produk-produk kelapa bernilai tambah tinggi. Produk-produk ini sudah punya pasar sendiri dan seharusnya kita bisa lebih dorong daya saing nya lebih baik di pasar dalam negeri dan dunia.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi, dalam mengatakan bahwa aktivitas ekspor yang dilakukan PT. SPI seharusnya bisa menjadi raw model untuk aktivitas pelaku usaha kelapa lainnya utamanya memperioritaskan ekspor produk turunan yang bernilai tambah tinggi.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pemanfaatan sabut/serabut kelapa untuk cocopeat ini masih bisa dikembangkan karena pengolahan sabut kelapa dapat menghasilkan produk-produk primer lainnya, yaitu serat panjang (serat), serat halus atau serat pendek (Bristle), dan debu atau serbuk sabut.
Serat dapat diproses menjadi matras, karpet, geotextile, dan lain-lain, sedangkan debu/serbuk sabut diproses lebih lanjut menjadi kompos, partikel papan untuk mebel, atau cocope. (139)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










