
Gubernur Sultra, Ali Mazi, dalam rangkaian pelepasan perdana ekspor serabut kelapa di pelabuhan New Port Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Selasa (7/7) siang. | Sumber Foto:KBRN
AGRONET -- Pertama kalinya, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengekspor serabut kelapa, langsung ke negara Cina. Gubernur Sultra, Ali Mazi, melakukan pelepasan perdana ekspor serabut kelapa tersebut, di pelabuhan New Port Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Selasa (7/7).
“Saya mengapresiasi ekspor perdana salah satu potensi sumber daya lama tersebut, yang diharapkan memicu peningkatan investasi di sektor lain, selain tambang nikel,” ungkap Ali Mazi, usai melepas ekspor serabut kelapa.
Menurut Ali Mazi, potensi komoditi sumber daya alam daerah yang selama ini sudah diekspor seperti hasil laut dan perkebunan, dampaknya tidak dirasakan langsung masyarakat, karena ekspor komoditinya masih melalui pelabuhan ekspor di luar daerah, seperti Makassar dan Surabaya.
“Sehingga dengan ekspor perdana ini dan dengan dukungan pelabuhan yang sudah memadai dibangun PT Pelindo-IV Kendari, semua hasil komoditi yang memiliki nilai pasaran luar negeri, tidak lagi bergantung dari pelabuhan ekspor luar daerah,” kata Ali Mazi.
Pimpinan perusahaan PT. Weda Indocoir Prima, Irwan Pontoh, selaku pemasok bahan baku sabut kelapa mengungkapkan, stok komoditi sabut kelapa di Sultra cukup melimpah untuk dijadikan komoditi ekspor.
“Sebagai langkah awal, kami hanya mengirim 18 ton serabut kelapa dalam satu kontainer, atau jika dirupiahkan bisa mencapai Rp52.5 juta. Kami menargetkan, dalam bulan Juli ini, dapat mengirim sedikitnya 50 ton serabut kelapa ke Wheifang, Cina,” ujar Irwan Pontoh.
Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting, mengungkapkan ekspor komoditas serabut kelapa tersebut mendatangkan angin segar bagi ekspor nonmigas Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, provinsi ini hanya memiliki komoditas ekspor unggulan yakni kakao. Namun karena adanya pandemi COVID-19, produksi komoditas tersebut kini terhenti.
“Untuk memenuhi persyaratan ekspor ke negara tujuan, serabut kelapa tersebut telah diperiksa dan dinyatakan bebas organisme pengganggu tumbuhan,” tutup Prayatno Ginting. (kbrn/591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










