Lumbung Pangan Jatim Serap 232,42 Ton Beras Petani

Kamis, 21 Mei 2020, 07:44 WIB

Lumbung Pangan Jawa Timur. | Sumber Foto: KBRN

AGRONET -- Salah satu tujuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan program Lumbung Pangan adalah penyerapan produk petani. Langkah tersebut memiliki beberapa tujuan, antara lain menjaga stabilitas harga bahan pangan, serta menghadirkan peran pemerintah untuk masyarakat.

Seringkali, harga bahan pangan mengalami naik turun. Petani adalah elemen pertama yang terkena dampak. Sektor produksi menjadi rugi. Sebab, pendapatan dari harga jual tak sepadan dengan pengeluaran untuk produksi.

Dirut Panca Wira Usaha Jatim, Erlangga Satriagung, yakin Lumbung Pangan memiliki manfaat untuk petani. Produk mereka diserap lalu dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau. "Petani tidak rugi, kebutuhan masyarakat juga terpenuhi," katanya, Rabu (20/5).

Sejak dibuka pada tanggal 21 April 2020 hingga hari ini, ada banyak komoditi bahan pangan yang berhasil diserap Lumbung Pangan Jatim dari petani. Salah satunya beras. Lumbung Pangan Jatim sudah menyerap beras petani lokal Jatim sebesar 232,42 ton.

Dari jumlah total serapan beras tersebut, yang sudah terjual ke masyarakat mencapai 107,61 ton lebih atau setara dengan Rp 1,1 miliar. Sedangkan sisanya saat ini yang sudah menjadi stok Lumbun Pangan Jatim yaitu lebih dari 124,8 ton.

"Jumlah beras yang kita serap dari petani ini tentu bertambah seiring dengan bertambahnya waktu karena kita buka Lumbung Pangan Jatim ini hingga 21 Juli 2020 mendatang," ucap Erlangga.

Berdasarkan data Lumbung Pangan Jatim, serapan beras lokal Jatim hingga saat ini terinci sebagai berikut. Yaitu beras Mojosari terserap Lumbung Pangan lebih dari 35,7 ton, beras Mojokerto sebesar 42,98 ton, beras Kediri sebesar 34,5 ton, beras Jember 13,17 ton, beras Ngawi di atas 17,86 ton, beras Lamongan sebesar 69,2 ton, serta beras 18,9 ton.

Erlangga yakin program Lumbung Pangan yang diprakarsai Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini bermanfaat bagi dua sisi. Yakni petani karena produk mereka terserap dengan harga yang layak. Serta masyarakat yang bisa membeli produk tersebut dengan harga terjangkau.

Memang, saat ini harga beberapa kebutuhan pokok mulai naik. Siklus tersebut sering terjadi jelang Ramadan. Lumbung Pangan bisa mengatasi permasalahan tahunan yang selalu dialami warga. Kenaikan harga sembako tetap bisa terkontrol. Sebab, stok bahan pangan dipastikan ada.

Terkait harga, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan Lumbung Pangan selalu berada di bawah harga pasar. Dia selalu memantau perkembangan program tersebut dari hari ke hari. "Termasuk perkembangan harga bahan pokok di pasar," katanya.

Hasil pantauan itu untuk mengevaluasi layanan program untuk masyarakat. Point yang paling disorot adalah fluktuasi harga. Lumbung Pangan selalu berada di bawah harga pasar. "Ini bisa dicek, kami pastikan warga bisa memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau," ungkap dia.

Khofifah berharap, masyarakat bisa memanfaatkan program yang dibuka sejak 21 April lalu hingga 21 Juli 2020 mendatang ini. Ada layanan online yang memudahkan warga. Belanja tidak harus datang ke lokasi penjualan di JX International.

Warga cukup memanfaatkan website yang sudah disediakan dan ditawarkan layanan belanja online gratis ongkir untuk kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. (KBRN/591)