Bersama Kementan, Griin.id Kembangkan Nano Biopestisida

Selasa, 12 Mei 2020, 16:37 WIB

Nano biopestisida merupakan pengendali beberapa penyakit dan serangga, menjadi produk unggul yang dapat dimanfaatkan oleh petani. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET -- PT Gelora Rempah Inti Indonesia (Griin.id), perusahaan start-up yang bergerak di bidang pertanian dan pangan fungsional untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang mengusung fair trade. Saat ini sudah memiliki 3 divisi yaitu Agoindustri, Agrotechologi dan Edufarm.

Brand yang telah launching antara lain Oleofirst Organic untuk produk essential oil dan oleoresin, T4life untuk produk teh herbal organik dan juga mendampingi petani untuk melaksanakan pertanian organik dengan sistem Digital Precision Farming (DPF) kemdian mengolah hasil panennya menjadi produk pangan fungsional secara langsung (First handling by Farmers).

Griin.id memiliki tagline "Essential oil for Essential Life" sebagai perwujudan cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani rempah dan tanaman herbal. 

Sari Nurmayani Spd, pendiri perusahaan rintisan Griin.id menuturkan, sejatinya permintaan oleoresin dan hidrosol lebih besar dari kapasitas produksi. 

Sari Nurmayani Spd, memperoleh bahan baku dari para petani mitra yang tersebar di tujuh lokasi di Provinsi Jawa Barat. Alumnus Pendidikan Tenologi Industri Universitas Pendidikan Indonesia itu mengolah berbagai hasil pertanian sejak 2016. Ia mengolah lebih dari 20 komoditas menjadi oleoresin dan hidrosol.

“Selama ini Griin.id mengolah komoditas apa pun yang petani tanam, dan mencarikan pasar untuk produk-produk olahan itu. Harapannya Griin.id bisa memaksimalkan penyerapan pemasaran hasil panen petani,” kata mahasiswa S-2 Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor itu. 
 
Griin.id bekerja sama dengan produsen kosmetik dan jasa boga yang mengolah oleoresin menjadi bahan penyusun produk-produk perawatan kulit, penguat rasa, dan pengaya gizi. Senyawa bioaktif bernilai gizi yang terkandung dalam oleoresin lebih mudah dicerna tubuh berkat proses ekstraksi. Ia mencontohkan ketika mengonsumsi sayuran kaya karoten. Suhu tubuh tidak cukup untuk mengekstraknya. Namun, jika karoten terekstraksi dapat langsung dicerna.
 
Kerjasama Balitbangtan
 
Nano biopestisida, salah satu invensi yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan berbahan baku serai wangi merupakan pengendali beberapa penyakit dan serangga (diantaranya penyakit mosaik yang disebabkan virus pada tanaman nilam serta kutu daun sebagai vektor virus)

Dalam pengembangan invensi menjadi inovasi yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh petani, maka diperlukan stakeholders sebagai mitra lisensi yang dapat memproduksi dari invensi ini. Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (Balai PATP) melakukan inisiasi proses kerjasama lisensi antara Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan PT Gelora Rempah Inti Indonesia (Griin.id).
 
Mediasi kerjasama dilaksanakan secara virtual melalui video conference. Mediasi yang dilaksanakan sebagai titik awal komitmen pihak mitra penerima lisensi untuk mengembangkan formula nano biopestisida menjadi produk unggul yang dapat dimanfaatkan oleh petani.(234)

BERITA TERKAIT