Antisipasi Wabah Covid-19

KKP Siapkan Layanan Online bagi Pembudidaya Ikan

Rabu, 01 April 2020, 10:45 WIB

Menteri KKP Edhy Prabowo didampingi Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat acara pameran ikan hias di BSD Tangerang beberapa waktu lalu. | Sumber Foto: Agronet

AGRONET -- Unit Pelaksana Teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melakukan pembatasan layanan yang bersifat tatap muka dan beralih ke layanan online. Upaya ini guna penanggulangan penyebaran Covid-19 di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyatakan pihaknya sangat serius dalam membantu pemerintah untuk mencegah dan menekan kenaikan kasus Covid-19 khususnya stakeholder dan masyarakat pembudidaya. “Setelah adanya imbauan menghentikan kegiatan perkantoran, kami fokus untuk mencarikan solusi agar layanan kepada pembudidaya dapat terus dilakukan dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan," ujar Slamet dalam keterangannya, Rabu (1/4).

Dia menambahkan seluruh pegawai dan karyawan unit teknis yang karena kewajibannya tetap harus bekerja, wajib mengikuti prosedur pencegahan yang diterapkan di seluruh UPT. Prosedur itu, seperti pengecekan suhu tubuh, penyemprotan tubuh pada bilik disinfektan pada saat memasuki lingkungan balai, mencuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik setiap selesai melakukan kegiatan, dan tetap melakukan social distancing dalam melakukan aktifitas di lingkungan balai.

Slamet menjelaskan, untuk pelayanan yang tidak memerlukan tatap muka secara langsung, pihaknya telah siapkan jalur komunikasi melalui nomor telepon ataupun email bagi pembudidaya yang membutuhkan layanan teknis. Adapun layanan yang dapat dilayani seperti layanan uji laboratorium seperti mutu obat ikan dan kualitas air dengan melalui pengiriman ekspedisi, konsultasi, diseminasi online, serta permohonan bantuan dan penjualan hasil produksi perikanan.

“Kami harapkan pembudidaya dapat mengerti dengan adanya pembatasan sementara ini. Dengan dukungan penuh dari masyarakat pencegahan penyebaran virus corona lebih luas lagi kami harap dapat terwujud,” imbuh Slamet.

Hotline layanan kepada pembudidaya tersebar di seluruh Indonesia dan dapat di lihat di Instagram (@budidayakkp), website (kkp.go.id/djpb), atau twitter (@budidayakkp) maupun di media sosial, dan website masing-masing unit pelaksana teknis.

“Selain itu, pemanfaatan teknologi dan Inovasi merupakan sebuah hal yang penting untuk dilakukan, terlebih dalam era industri 4.0 seperti sekarang. Inovasi yang diciptakan diharapkan dapat menjadi jembatan modern bagi seluruh stakeholder akuakultur, dengan begitu akan terjalin konektivitas secara efisien diantara stakeholders” pungkas Slamet. (196/139)