Belanja Pangan di Bulog Bisa Online

Rabu, 01 April 2020, 09:43 WIB

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. | Sumber Foto: Bulog

AGRONET -- Perum Bulog memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tak terduga. Seluruh jajaran Bulog telah mewaspadai lonjakan tersebut baik menjelang Ramadhan dan Idul Fitri maupun kondisi tak terduga lainnya seperti menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

Karena itu, masyarakat diharapkan untuk tidak khawatir akan kebutuhan pangan. Bulog telah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lainnya agar selalu tersedia di masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras dan pangan lainnya tersedia di masyarakat, walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut," kata Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).

Bulog juga memastikan seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline, juga outlet-outlet milik Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada.

Sementara itu, guna meminimalisir penyebaran Covid-19, Bulog menerapkan social distancing ataupun physical distancing melalui sistem penjualan online kebutuhan pangan yang dapat diakses masyarakat dari rumah, yakni melalui iPANGANANDOTCOM.

"Pangan yang dibeli melalui iPANGANANDOTCOM akan diantar langsung ke rumah pembeli sehingga akan mempermudah dan memastikan pendsitrubusian komoditi pangan langsung diterima oleh masyarakat tanpa perlu antri ke pasar,” tambah Buwas.

Sementara itu untuk komoditi pangan utama yakni beras, Bulog telah memiliki stok yang tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia dengan total mencapai 1,4 juta ton dari kapasitas gudang yang tersedia sebesar 3,8 juta ton.

Ketersediaannya dipastikan akan terus bertambah seiring dengan masuknya musim panen raya sehingga beras dapat dikatakan aman tersedia bagi kebutuhan masyarakat dalam situasi apapun. (139)