Kementan-Kementerian PUPR Satu Kata Bangun Pertanian

Rabu, 04 Desember 2019, 08:14 WIB

Mentan SYL bersama jajaran pejabat Kementan bertemu Menteri dan jajaran pejabat Kementerian PUPR. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (3/11). Kehadiran Syahrul beserta jajarannya ini untuk melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian.

Syahrul menyampaikan kerjasama ini menjadi gerbang menyelesaikan tugas-tugas besar. Dia melanjutkan Kementan harus bersinergi, melakukan diplomasi dengan mitra kerja, dalam hal ini Kementerian PUPR yang mempunyai peran penting dalam tata kelola air.

"Kerja sama ini adalah salah satu bentuk konsolidasi teknokratik. Tidak mungkin Kementan bekerja sendiri untuk memenuhi pangan 267 jiwa rakyat Indonesia. Oleh karena itu kerjasama ini jangan dibatasi ke hal-hal teknis. Kita mulai inisiasi ke ranah sistem, manajemen, dan rekayasa teknologi," kata Syahrul.

"Kami akan fokus meningkatkan produksi pangan di 7 sampai 10 propinsi. Sisanya kita arahkan sebagai penyangga produk pertanian lainnya yang bisa kita orientasikan ke pasar internasional. Karena Cina pun menggemari buah-buahan dan bunga tropis kita," kata Syahrul.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki mengatakan pertemuan ini adalah bukti dan komitmen Kementerian PUPR dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Basuki menjabarkan bahwa ke depan akan dilakukan sinkronisasi perencanaan pengembangan infrastruktur keairan dan lahan pertanian, penetapan lokasi, dan kegiatan pengembangan infrastruktur serta kerja sama dalam hal operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana.

"Kami juga akan melakukan kerjasama pertukaran data dan informasi hasil penelitian, pengembangan, serta pemanfaatan produk pertanian sebagai bahan baku konstruksi. Seperti penggunaan karet alam sebagai campuran aspal," tambah Basuki.

Pertanian dan PUPR menurut Basuki harus direkatkan dan seiring sejalan. Karena, menurutnya, sebagaian besar urusan pertanian berkaitan dengan air. "PUPR mengajak Kementan lebih banyak terlibat aktif di ICID, International Commission on Irrigation and Drainage, wadah pengembangan dan pengelolaan sumber daya air berbasis teknologi, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi dan drainase. Karena Indonesia adalah salah satu pendiri wadah tersebut," pungkas Basuki. (591)