Jokowi : Jaga Stabilitas dan Harga Bahan Pokok Jelang Puasa

Rabu, 24 April 2019, 09:48 WIB

Presiden didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Seskab Pramono Anung memasuki ruang Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (23/4) pagi. | Sumber Foto:Dok Humas Setkab

AGRONET --  Bulan suci Ramadan  semakin dekat. Tinggal dua minggu lagi. Berkaitan dengan  datangnya bulan puasa itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajaran kementerian dan lembaga pemerintah non kementerian agar menjaga stabilitas dan harga bahan-bahan pokok.

“Meskipun ini sudah secara rutin kita lakukan tiap tahun, tapi perlu saya mengingatkan agar yang berkaitan dengan stabilitas ketersediaan harga-harga bahan pokok betul-betul dicek, betul-betul dikontrol agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga,” tegas Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP), yang digelar di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4) pagi.

Dengan menjaga kestabilan ketersediaan dan harga bahan pokok, Presiden Jokowi berharap umat Islam di tanah air bisa menjalankan ibadah puasanya dan menyongsong Lebaran dengan tenang.

Sebelum itu, Kemendag  dan Kementan  secara terpisah telah menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga jual bahan pokok, seperti bawang  merah dan putih.  

Saat  memutuskan untuk melanjutkan operasi pasar  (OP) hari Rabu lalu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendardi, kepada media menyatakan selama OP Badan Ketahanan Pangan Kementan telah menggelontorkan bawang merah sebanyak 10 ton dan bawang putih 10 ton. Sementara harga operasi pasar untuk bawang merah dijual Rp20.000 per kg dan bawang putih Rp22.000 per kg. Di beberapa pasar DKI Jakarta harganya masih berkisar antara Rp45.000-Rp55.000 per kg.

Secara terpisah, Kepala Bagian Informasi dan Humas Badan Usaha Logistik (Bulog) Teguh Firmansyah mengatakan pihaknya telah melakukan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) di seluruh wilayah Indonesia guna menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

Komoditas pangan  antara lain komoditi non beras seperti daging, minyak goreng, tepung terigu, dan gula ,secara stok dan harga  dipastikan Bulog kondisinya siap dan aman. Sementara stok beras yang dimiliki Bulog  dijamin sudah lebih dari cukup.(234)