Palestina Belajar Inseminasi Buatan di Indonesia

Senin, 25 Februari 2019, 15:59 WIB

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, usai penutupan pelatihan IB pada ikan yang dilaksanakan di BBIB Singosari, Malang. | Sumber Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementan

AGRONET -- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, mengapresiasi peserta pelatihan dari Palestina yang telah belajar teknologi inseminasi buatan (IB) di Indonesia. Hal tersebut Ia sampaikan saat penutupan pelatihan IB pada ikan yang dilaksanakan di BBIB Singosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/2).

I Ketut menjelasakan, Ditjen PKH melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari telah memberikan pelatihan inseminasi buatan (IB) kepada sepuluh orang peserta dari Palestina.  Pelatihan yang bertema Sustainable  Fish Farming Through The Adoption of Artificial Inseminasi Technolgy itu dilaksanakan di BBIB Singosari, Malang, dari tanggal 5 hingga 25 Februari  2019.

Lebih lanjut I Ketut merinci, pelatihan IB pada ikan ini dilaksanakan di BBIB Singosari karena di sini satu-satunya Balai Besar di Indonesia yang berhasil memproduksi semen beku pada ikan. Meski secara tupoksi lebih ke peternakan, namun BBIB Singosari telah mampu memproduksi semen beku ikan yang selama ini berkolaborasi dengan Balai Benih Ikan Punten di Jawa Timur untuk menyelamatkan plasma nutfah ikan emas lokal. Selain itu, BBIB Singosari juga telah bekerja sama dengan Balai Budidaya Kerapu di Gondol Bali dan asosiasi ikan hias untuk memproduksi semen beku jenis ikan lainnya.

Dia menyampaikan apresiasi kepada pihak JICA yang telah memberikan dukungan pendanaan dalam kegiatan training ini, serta kepada BBIB Singosari yang sudah memberikan pelatihan secara komprehensif.  “Para peserta kita harapkan dapat mengaplikasikan IB di negaranya. Kami sangat siap bekerja sama dengan Palestina,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita juga menyampaikan, keberhasilan teknologi IB di Indonesia yang terbukti dengan tercapainya swasembada semen beku pada tahun 2012. Kemudian pada 2013, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada Bull (pejantan unggul).

Sejak tahun 2005 Indonesia telah mampu melakukan ekspor semen beku ke beberapa negara, seperti Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timor Leste and Kyrgyzstan, madagaskar, dan Afganistan. "Indonesia juga memiliki teknologi sexing semen beku yang dapat menentukan jenis kelamin kelahiran ternak sesuai dengan kebutuhan peternak," ungkapnya.

Perwakilan JICA, Dinur Krismasari, menyampaikan pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk mengadakan pelatihan IB bagi peserta Palestina ini. "Kerja sama ini membuktikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemampuannya, baik pengetahuan maupun penguasaan teknologi untuk dibagi ke negara lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Gafar salah satu peserta pelatihan dari Palestina, menyampaikan selama mengikuti pelatihan telah memperoleh transfer ilmu dan teknologi terkait pelaksanaan IB pada ikan. "Kami juga telah mengunjungi beberapa balai termasuk balai benih ikan di Jawa Timur. Kami sangat senang  dengan kemajuan Indonesia dalam penerapan teknologi serta penguatan kelembagaan, sehingga ini dapat diadopsi dan dikembangkan di negara kami," ucapnya. (591)