Varietas Deja 1 dan 2, Tanaman Kedeleai yang Tahan Genangan Air

Senin, 21 Januari 2019, 07:35 WIB

Kedelai varietas Deja 1 dan Deja 2 yang toleran terhadap jenuh air. | Sumber Foto: Balitkabi Litbang Pertanian

AGRONET -- Salah satu kendala dalam budi daya kedelai adalah tanaman tersebut tidak tahan terhadap genangan air cukup lama. Tapi kini kesulitan itu dapat diatasi dengan adanya varietas Deja 1 dan Deja 2 yang toleran terhadap jenuh air.

Dalam rilis Balitkabi Litbang Pertanian, diungkapkan bagi petani yang bertanam kedelai di lahan sawah atau di lahan rendah yang kerap tergenang air, kini bisa mencoba bertanam kedelai varietas unggul, Deja 1 dan Deja 2. Produktivitas dan kemampuan hidupnya dijamin lebih baik dari pada varietas lainnya.

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Suhartina, mengatakan genangan air yang relatif lama pada tanaman kedelai bisa menurunkan hasil 20-75 persen. Penurunan produktivitas itu tergantung lamanya genangan dan varietas kedelai yang ditanam.

Karena itu, Balitkabi merakit varietas baru yang toleran kondisi jenuh air. Penelitian dilakukan sejak 2005 dan sudah diuji adaptasi pada musim kemarau 2010-2011. “Adakalanya, varietas tersebut masih bisa tumbuh sampai masanya. Tapi ketika dipanen hasilnya tidak ada sama sekali,” katanya.

Menurut Suhartina, Deja 1 diperoleh dari silangan tunggal antara varietas Tanggamus dengan Anjasmoro. Sedangkan Deja 2 dari persilangan tunggal antara varietas Sibayak dengan lokal Jawa Tengah.

Keunggulan varietas Deja 1 memiliki umur masak yang genjah (79 hari), berukuran biji sedang (12,9 gram/100 biji). Selain itu, agak tahan hama ulat grayak, tahan hama penggerek polong dan penghisap polong, serta agak tahan penyakit karat daun, dengan kandungan protein 39,6 persen dan lemak 17,3 persen.

Sedangkan Deja 2 memiliki umur masak genjah (80) hari, berukuran biji besar (14,8 gram/100 biji), agak tahan hama penggerek polong dan penghisap polong. Agak tahan penyakit karat daun dan memiliki kandungan protein 37,9 persen dan lemak 17,2 persen. (591)