
Kinerja Kementan mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI dan Kemendes. Mentan saat wawancara usai Rakernas 2019 di Bidakara, 14/1/2019. | Sumber Foto:Dok Kementan
AGRONET -- Sesuai dengan agenda pemerintah pada tahun 2019 yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, Kementan juga akan memprioritaskan pada pengembangan SDM, seperti gerakan satu juta petani milenial yang berorientasi ekspor dan peningkatan kualitas serta kapasitas Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) guna meningkatkan daya saing SDM pertanian.
Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam rapat kerja nasional (Rakernas) 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/1). Tema rakernas, yakni “Mendongkrak Daya Saing Sumberdaya Manusia (SDM) Pertanian untuk Peningkatan Ekspor Pangan dan Pertanian.”
Rakernas dihadiri sekitar 1.500 orang peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Hadir antara lain Kepala Dinas lingkup pertanian provinsi seluruh Indonesia, Kepala Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota sentra produksi pangan, Danrem dan Dandim sentra produksi pangan, Kepala Divisi Regional Perum Bulog provinsi seluruh Indonesia, jajaran lingkup Kementerian Pertanian, dan undangan lainnya.
Amran menambahkan, Kementan juga mengembangkan minat dan mutu pendidikan generasi muda pertanian. Setelah dikembangkan, pendidikan vokasi melalui Polbangtan, peminatnya meningkat hingga 1.238 persen dari 980 orang tahun 2013 menjadi 13.111 orang pada 2018 guna mencetak generasi petani milenial berorientasi ekspor.
Secara Internal, menurut Amran, Kementan perlu mempertahankan capaian dalam meraih opini laporan keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Begitu juga terkait penghargaan anti gratifikasi dari KPK, dan praktik-praktik pemerintahan yang bersih sebagai bukti implementasi revolusi mental/reformasi birokrasi.
Program lain yang perlu dikejar pada 2019, kata Amran, adalah upaya pengentasan kemiskinan berbasis pertanian melalui program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (Bekerja) dan selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi). Program Bekerja akan memberikan bantuan produktif pada 400.000 rumah tangga miskin (RTM).
Pada kesempatan itu, Amran menyampaikan bahwa kebijakan Kementan dalam 4 tahun terakhir telah mampu meningkatkan produksi, bahkan menyumbang capaian positif secara signifikan pada sejumlah indikator ekonomi dan kesejahteraan. Program Kementan seperti bantual alsintan, pembagian bibit unggul, dan subsidi pupuk telah mampu membuat petani semakin produktif.
Indikator dari makro ekonomi menunjukkan produk domestik bruto (PDB) pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp1.463,9 triliun pada 2018. Total akumulasi kenaikan Rp1.375,2 triliun selama 2013-2018 atau lebih dari separuh dari belanja negara pada APBN 2018.
Dari faktor ekspor dan investasi, nilai ekspor pertanian meningkat 29,7 persen dari Rp384,9 triliun pada 2016 menjadi Rp499,3 triliun pada 2018, dengan total nilai ekspor Rp1.764 triliun selama 2015-2018. Sementara nilai investasi pertanian meningkat 110,2 persen dengan total nilai investasi Rp270,1 triliun selama 2013-2018.
Sementara itu, terkait indikator kesejahteraan, sektor pertanian berkontribusi sangat signifikan. Inflasi bahan makanan/pangan turun dari 10,57 persen pada 2014 menjadi 1,26 persen pada 2017. Ini menunjukkan bahwa produksi pangan mampu menekan harga pangan.
Namun demikian rendahnya inflasi pangan tidak mengorbankan kesejahteraan petani. Terbukti nilai tukar petani (NTP) meningkat 0,22 persen dari 102,03 pada 2014 menjadi 102,25 pada 2018. Begitu juga jika dilihat dari nilai tukar usaha pertanian (NTUP) meningkat 5,39 persen dari 106,05 pada 2014 menjadi 111,77 pada 2018.
Dilihat dari indikator kesejahteraan secara umum, sektor pertanian juga berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di perdesaan. Jumlah penduduk miskin di perdesaan menurun 10,87 persen dari 17,74 juta jiwa pada Maret 2013, menjadi 15,81 juta jiwa pada Maret 2018.
Komisi IV DPR RI dan Kemendes Apresiasi Kinerja Kementan
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo mengapresiasi capaian Kementerian Pertanian selama kurun waktu 4 tahun ini. Edhy mengatakan produksi gabah dan jagung harus dipertahankan untuk kepentingan bangsa yang lebih luas.
"Kami sangat mengapresiasi capaian Kementan dibawah komando Mentri Amran Sulaiman. Secara prinsip DPR dari lintas fraksi mendukung dalam hal konteks pembangunan negara kita tidak bisa berbeda, selama itu kepentingan merah putih kita harus dorong," kata Edhy saat mengadiri Rakernas .
Mengenai perbedaan data BPS pendekatan lama (_eye estimate_) dengan pendekatan baru (Kerangka Sampel Area/ KSA) yang sempat menjadi polemik, Edy menegaskan agar Kementan jangan ragu menyampaikan hitungan dari Kementrian teknis terkait kondisi dan data produksi pangan nasional.
"Saya ingin menyampaikan pada Kementan bahwasanya kalau datanya benar sampaikan saja," katanya.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo juga mengapresiasi capaian dan keberhasilan Kementerian Pertanian selama 4 tahun ini. Menurut dia, keberhasilan Kemendes dalam mengurus desa tertinggal tak lepas dari keberhasilan Kementerian Pertanian.
"Upaya dan kerja keras kami dalam mengentaskan 5000 desa tertinggal dan menciptakan 2000 desa mandiri Alhamdulillah mulai tercapai berkat keberhasilan di sektor pertanian," katanya.
Eko menjelaskan, sejauh ini pihaknya berhasil mengentaskan 6.700 desa tertinggal dan 2600 desa mandiri. Ribuan desa ini secara umum adalah masyarakat yang berpenghasilan dari sektor pertanian dan peternakan.
"Desa di kita ini sebanyak 82 persen sangat bergantung pada sektor pertanian dan peternakan. Oleh karena itu kami berharap melalui rapat kerja ini mampu meningkatkan sinergitas pembangunan bangsa yang lebih baik," katanya.
Menteri PDTT Eko Putro Sandjojo dan Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo memberi keterangan usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 yang digelar Kementan di Hotel Bidakara Jakarta. Rakernas ini dihadiri oleh 1.500 peserta dari Kepala Dinas lingkup Pertanian Provinsi seluruh Indonesia, Kepala Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota sentra produksi pangan, Danrem dan Dandim sentra produksi pangan, Kepala Divisi Regional Perum BULOG Provinsi seluruh Indonesia serta Jajaran lingkup Kementerian Pertanian.
Dalam sambutanya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kebijakan Kementan dalam 4 tahun ini mampu meningkatkan produksi dan menyumbang capaian positif secara signifikan pada sejumlah indikator ekonomi dan kesejahteraan.
"Program Kementan selama pemerintahan kabinet kerja baik berupa bantual alsintan, pembagian bibit unggul, subsidi pupuk mampu membuat petani semakin produktif, kedepan persoalan SDM dan peningkatan daya saing akan menjadi fokus kita bersama," katanya. (591)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










