
ENTANG SASTRAATMADJA | Sumber Foto:Dok. PRIBADI
AGRONET -- Penyuluhan pertanian adalah proses pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran petani tentang teknologi pertanian terbaru, manajemen usaha tani, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani serta masyarakat rural.
Selanjutnya, petlu diungkap apa yang menjadi masalah dan tantangan dunia Penyuluhan Pertanian saat ini ? Isu utama penyuluhan pertanian saat ini di Indonesia adalah:
Dihadapkan pada kondisi seperti ini, Pemerintah dan lembaga terkait lain, berusaha meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian melalui program-program seperti penggunaan teknologi digital, pelatihan petani, dan pengembangan infrastruktur pertanian, khususnya terkait dengan penataan irigasi pertanian.
Lalu, bagaimana pula dengan kualitas para Penyuluh Pertanian sendiri ? Jujur diakui, kualitas penyuluh pertanian saat ini masih menjadi perhatian. Beberapa persoalan yang dihadapi antara lain :
- Keterbatasan Jumlah Penyuluh. Jumlah penyuluh yang terbatas di beberapa daerah membuat penyuluhan tidak dapat dilakukan secara intensif dan menyeluruh.
- Kualitas Penyuluh. Kualitas penyuluh juga menjadi isu, karena beberapa penyuluh mungkin tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan penyuluhan yang efektif.
- Keterbatasan Sumber Daya. Keterbatasan sumber daya, seperti infrastruktur dan teknologi, juga menjadi hambatan dalam penyuluhan pertanian.
Namun, di sisi lain terekam ada ada upaya untuk meningkatkan kualitas penyuluh pertanian, seperti :
- Pelatihan dan Pengembangan. Pemerintah dan lembaga terkait memberikan pelatihan dan pengembangan kepada penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
- Pemanfaatan Teknologi. Pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi mobile dan platform e-learning, dapat membantu penyuluh menyampaikan informasi dengan lebih efektif.
- Kolaborasi dengan Pihak Lain. Kolaborasi dengan pihak lain, seperti lembaga swasta dan organisasi masyarakat, dapat membantu meningkatkan kualitas penyuluhan pertanian.
Ke depan, Pemerintah Indonesia memiliki beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas penyuluh pertanian, antara lain:
- Peningkatan Jumlah dan Kualitas Penyuluh. Pemerintah berencana meningkatkan jumlah penyuluh pertanian dan memberikan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kualitas pendampingan.
- Pemanfaatan Teknologi Digital. Pemerintah mendorong penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi mobile dan platform e-learning, untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan.
- Kolaborasi dengan Pihak Lain. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga swasta, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas penyuluhan dan inovasi di bidang pertanian.
- Pendekatan Partisipatif. Penyuluh pertanian menggunakan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan partisipasi petani dalam proses penyuluhan.
- Penyederhanaan Materi Penyuluhan. Penyuluh pertanian menyederhanakan materi penyuluhan agar lebih mudah dipahami oleh petani.
Senafas dengan semangat Pemerintahan Presiden Prabowo yang menyatakan agar dalam lima tahun pemerintahannya dapat mewujudkan swasembada pangan, utamanya beras, tentu sangat dibutuhkan adanya keyerl7batan para Penyuluh Pertanian secara nyata.
Peran penyuluhan pertanian sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan, yaitu :
1. Meningkatkan Produktivitas. Penyuluhan pertanian membantu petani meningkatkan produktivitas dengan memberikan informasi tentang teknologi pertanian terbaru, manajemen usaha tani, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
2. Meningkatkan Kualitas Produk. Penyuluhan pertanian juga membantu petani meningkatkan kualitas produk pertanian dengan memberikan informasi tentang standar kualitas, keamanan pangan, dan sertifikasi produk.
3. Meningkatkan Pendapatan Petani. Dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, penyuluhan pertanian dapat membantu petani meningkatkan pendapatan mereka, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarga.
4. Meningkatkan Ketersediaan Pangan. Dengan meningkatkan produksi dan produktivitas, penyuluhan pertanian dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan di pasar, sehingga membantu mewujudkan swasembada pangan.
5. Meningkatkan Kemandirian Pangan. Penyuluhan pertanian juga dapat membantu meningkatkan kemandirian pangan dengan memberikan informasi tentang teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan demikian, penyuluhan pertanian berperan penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. Itu sebabnya, kita butuh kehadiran para Penyuluh Pertanian yang handal dan profesional. Bersama Penyuluh Pertanian, kita percepat terjelnanya kehidupan petani ysng sejahtera dan bahagia.
SUMBER :
ENTANG SASTRAATMADJA, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










