Pasokan jagung juga meningkat sehingga mereka memiliki alternatif pasokan untuk memproduksi etanol.

Brasil Fokus ke Gula, Manfaatkan Jagung untuk Etanol

Sabtu, 09 Maret 2024, 10:48 WIB

Jagung | Sumber Foto:Don Graham/Flickr

AGRONET -- Pabrik-pabrik gula di Brasil akan mendongkrak kapasitas produksi gula mereka sekitar 10 persen pada musim baru yang dimulai April. Keputusan ni diambil untuk memanfaatkan harga gula yang relatif tinggi. Sementara pasokan jagung juga meningkat sehingga mereka memiliki alternatif pasokan yang murah untuk memproduksi etanol.

Brasil adalah produsen gula terbesar di dunia. Negara itu menguasai 50 persen pasar global gula pada tahun lalu. Saat itu, cuaca yang dipengaruhi perubahan iklim El Nino mengurangi output produksi dan ekspor gula dari dua negara pesaing, yaitu India dan Thailand.  

Harga gula juga mulai mereda sejak November lalu sempat mencapai titik tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Namun, rata-rata harga saat ini masih tetap terbilang tinggi dalam sejarah. Menurut para analis, pabrik-pabrik gula di Brasil kini menggenjot ekspansi atau membuka perkebunan baru untuk tebu, demi mendongkrak kapasitas produksi gula mereka.

“Setiap pabrik gula melakukannya (mendongkrak kapasitas produksi), jika mereka mampu,” ujar Julio Maria Borges, direktur dan mitra kerja di JOB Economia e Planejamento yang dikenal sebagai lembaga konsultan.

“Perbedaan keuntungan finansial antara gula dan etanol besar sekali,” katanya menambahkan, yang dikutip Reuters.  

Harga gula saat ini 60 persen lebih tinggi dari harga etanol asal Brasil. Ini dilaporkan oleh pialang dan penyedia rantai pasokan Czarnikow, pekan lalu. Menurut mereka, ini bahkan rentang selisih yang terbesar dalam 15 tahun.

Tahun lalu, kebijakan pabrik gula Brasil untuk mengalokasikan tebu untuk gula –mengurangi produksi etanol— mencapai 49 persen dan ini yang terbesar dalam 12 tahun. Sebagian besar analis memperkirakan, angka itu akan naik dan menjadi rekor baru pada musim berikut. (yen)