Material yang ramah lingkungan ini baru saja meraih penghargaan internasional, Climate Positive Award.

Ampas tebu | Sumber Foto:Kritzolina/Wikimedia
AGRONET – University of East London (UEL) menciptakan inovasi material untuk bangunan yang disebut SugarcreteTM, yaitu blok beton yang terbuat dari baggase atau limbah tebu. Laman New Atlas edisi Selasa (6/2/2024) melaporkan, material yang ramah lingkungan ini baru saja meraih penghargaan internasional, Climate Positive Award.
Pertama kali diumumkan pada Mei lalu, SugarcreteTM adalah hasil kerja sama UEL dan perusahaan Inggris, Tate & Lyle Sugars. Bahan SugarcreteTM terdiri dari bagasse tebu yang dipadukan dengan sejenis bahan perekat berbahan baku mineral. Campuran ini dicetak hingga menghasilkan blok yang mampu menggantikan bata atau blok beton yang biasa dipakai selama ini.
UEL mengeklaim, SugarcreteTM bisa mengering jauh lebih cepat daripada beton biasa, yaitu sepekan. Biasanya, beton mengalami proses pengeringan sempurna selama empat pekan. Berat Sugarcrete TM juga seperempat hingga seperlima dan beton biasa, dan lebih murah dibanding beton biasa.
SugarcreteTM telah dipakai dalam proyek prototipe lantai. Meski masih membutuhkan penguat dengan baja di sejumlah bagian, namun SugarcreteTM mampu mengurangi pengunaan baja hingga 90 persen dibanding lantai yang menggunakan beton biasa. Beton biasa lebih cenderung retak jika mendapat tekanan.
Akhir 2023 lalu, dalam acara United Nations Climate Change Conference, kelompok lingkungan Green Cross UK memilih SugarcreteTM sebagai pemenang Climate Positive Awards. Ini adalah bentuk penghargaan atas inisiatif yang menawarkan solusi bagi perubahan iklim, khususnya di bidang proyek ekonomi daur ulang yang mengurangi limbah dengan cara daur ulang bahan baku.
Menurut dosen senior arsitektur di UEL, Armor Gutierrez Rivas, tebu memiliki ladang terbesar di dunia dari segi volume produksi. Hampir dua miliar metrik ton tebu dipanen di seluruh dunia setiap tahunnya, sehingga menghasilkan produk sampingan berupa enam ratus juta metrik ton bagasse.
“Menggunakan produk berbahan dasar limbah organik seperti SugarcreteTM, kita akan mampu menggantikan industri bata, berpotensi mengurangi 1,08 miliar metrik ton CO2 yang setara dengan 3 persen produksi CO2 global,” ujar Rivas. (yeyen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









