PT RMI meneken kerja sama dengan BSIP Perkebunan.

PT RMI Borong 10 Ribu Benih Unggul Tebu dari BSIP Perkebunan

Rabu, 10 Januari 2024, 08:21 WIB

Acara penandatanganan kerja sama PT RMI dan BSIP Perkebunan, Selasa (9/1/2024) | Sumber Foto:Dok. BSIP Perkebunan

AGRONET – Pabrik gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) meneken kerja sama dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Perkebunan, Kementerian Pertanian, Selasa (9/1/2024). Dalam kerja sama ini, PT RMI memborong 10 ribu benih unggul tebu hasil kultur jaringan BSIP Perkebunan.  

““Bagi RMI, benih adalah yang utama dan fundamental. Ini bagian dari upaya kami meretas jalan menuju swasembada gula Indonesia,” kata Wakil Direktur Utama PT RMI Syukur Iwantoro.

Menurut Syukur, perusahaan yakin bahwa Indonesia mampu menghasilkan benih dan bibit berkualitas yang terstandard. “Tidak benar kalau ada yang menyatakan, industri gula berbasis tebu terkendala oleh pengadaan benih-bibit berkualitas yang dihasilkan di dalam negeri,” ujarnya.

 

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Syukur yang mewakili PT RMI dengan Kepala Pusat BSIP Perkebunan Ir Syafaruddin, PhD, yang akrab dipanggil Deden. Benih unggul tebu yang dibeli adalah varietas Agribun, hasil mutasi dari  kultur jaringan varietas Bululawang.

Varietas unggul Agribun ini telah diujicoba PT RMI pada lahan seluas 15 hektare di Blitar. Hasilnya, panen tebu tertinggi menghasilkan 130 ton per hektare dan terendah 110 ton per hektare. Selain itu, varietas Agribun ini juga tahan terhadap penyakit lidah api, yang mampu menurunkan produktivitas tebu secara signifikan.   

“Kami amat mendukung kerja sama dalam penyediaan benih ini. Apalagi, Menteri Pertanian juga memberikan perhatian besar pada sektor perkebunan,” ujar Deden.

“Benih adalah awal, baik di sektor hortikulturan pertanian, hingga perkebunan. Terutama di sektor perkebunan, kualitas benih baru ketahuan tiga hingga empat tahun kemudian. Jika menggunakan benih yang berkualitas dan terstandar, tentu hasilnya pun akan baik,” katanya menambahkan.

Menurut Deden, Indonesia mampu menghasilkan benih berkualitas. Meski diadang tantangan termasuk soal anggaran, BSIP Perkebunan tetap berupaya memperbanyak benih berkualitas, terutama untuk komoditas unggulan seperti kopi, tebu, dan kelapa.

“Sebetulnya, kita bisa sangat mandiri, apalagi kita memiliki benih-benih unggul,” katanya.  

Syukur yang juga menjadi ketua umum Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) mengatakan, kini ada dua anggotanya yang sudah memiliki laboratorium benih unggul hasil kultur jaringan. Keduanya adalah PT Rajawali I dan PT Muria Sumba Manis. Berikutnya, PT RMI dan PT Pratama Nusantara Sakti juga akan memiliki laboratorium sendiri.

“Kami mengharapkan pembinaan BSIP Perkebunan kepada laboratorium-laboratorium ini,” ujar Syukur. (yen)