Produksi etanol dari B-heavy molasses masih diperbolehkan.

Pabrik gula di Uttar Pradesh, India | Sumber Foto:Flickr
AGRONET – Pemerintah India akhirnya resmi melarang penggunaan sugarcane juice dan sugar syrup untuk produksi etanol pada 2023/2024. Keputusan ini diumumkan Kamis (7/12/2023) dan berlaku pada Desember 2023 - November 2024.
Namun, produksi etanol dari B-heavy molasses masih diperbolehkan. “Pasokan etanol pesanan perusahaan pemasok bahan bakar yang berasal dari B-heavy molasses dapat dilanjutkan,” kata surat keputusan Menteri Pangan dan Distribusi Umum India kepada perusahaan-perusahaan gula setempat.
Langkah tersebut diambil Pemerintah India untuk mengantisipasi produksi gula India diperkirakan turun pada periode 2023/2024. India berharap, produksi gula akan kembali terdongkrak karena berkurangnya produksi tebu yang dialihkan untuk etanol. India memang mencanangkan penggunaan etanol dari tebu untuk menjadi campuran bahan bakar hingga sebesar 20 persen pada 2025.
Namun, industri gula India pun menyambut kebijakan baru ini. “Banyak stok etanol yang dibuat dari B-heavy molasses, terlepas dari jumlah yang sudah dipesan lewat kontrak. Surat keputusan itu telah menjadi jawaban atas kekhawatiran kami,” ujar Direktur Pelaksana National Federation of Cooperative Sugar Factories (NFCSF) Pakash P Naiknavare yang dikutip laman the Hindu, Kamis.
Namun, sejumlah pertanyaan masih mengemuka. Salah satunya, ada sejumlah unit produksi selama ini khusus memproduksi etanol dari sugarcane juice dan sugar syrup. Dengan larangan ini maka alat produksi akan menganggur.
Ketua Umum All India Sugar Trade Association (AISTA) Praful Vithalani juga menilai ada sisi lain yang masih belum jelas. Ia mempertanyakan tentang prospek kontrak dan tender untuk etanol selanjutnya, setelah habis masa berlakunya surat keputusan ini.
“Berdasarkan perintah Pemerintah, produksi (etanol) dari B-heavy molasses akan dilanjutkan untuk memenuhi kontrak yang sudah ada. Namun, belum jelas bagaimana nasib kontrak berikutnya,” ujar Vithalani.
Kurangnya pasokan gula dalam negeri telah membuat India mengurangi ekspor 2022/2023 menjadi 61 juta ton gula. Periode sebelumnya, India mengekspor gula hingga 112 juta ton.
Sementara untuk mengatasi laju inflasi pangan, Pemerintah India telah melarang ekspor gandum dan beras. Mereka juga menetapkan harga minimum untuk ekspor beras basmati. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Rabu, 21 Januari 2026










