Sebelumnya, harga gula pada 7 November sempat berada pada puncak tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Grafik penurunan (ilustrasi) | Sumber Foto:Freerange
AGRONET – Harga gula di pasar global pada Rabu (6/12/2023) sedikit mereda untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Menurut laporan laman Barchart pada Rabu (6/12/2023), penurunan harga gula ini didorong oleh redanya kekhawatiran akan pasokan gula dunia. Sebelumnya, harga gula pada 7 November sempat berada pada puncak tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Pekan lalu, Companhia Nacional de Abastecimento (Conab), yaitu perusahaan gula milik Pemerintah Brasil, menaikkan prediksi produksi gula pada periode 2023/2024 sebanyak 15 persen dibanding prediksi sebelumnya. Mereka mengoreksi prediksi dari 40,9 juta metrik ton menjadi 46,9 juta metrik ton. Brasil adalah produsen gula terbesar di dunia.
Sementara harga minyak mentah juga turun sekitar 4 persen pada Rabu sehingga ada pada titik terendah dalam lima bulan terakhir. Turunnya harga minyak menyeret harga etanol untuk ikut turun.
Menurunnya harga minyak mentah ini diperkirakan bakal membuat pabrik gula mengalihkan tebu untuk lebih memproduksi gula daripada etanol. Maka, produksi gula global diramalkan akan naik.
Faktor pendukung lain yang berpengaruh pada harga gula adalah revisi perkiraan yang dilakukan International Sugar Organization (ISO) pada 15 November lalu. ISO memprediksi, produksi gula global yang semulai 174,8 juta metrik ton menjadi 179,9 juta metrik ton.
Maka, perkiraan ISO akan defisit gula pun berkurang menjadi 335 ribu metrik ton. Semula, organisasi intergovernmental yang berpusat di London ini meramalkan produksi gula akan defisit 2,1 juta metrik ton pada 2023/2024. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









