ISO adalah satu-satunya forum diskusi gula seluruh dunia yang bersifat intergovermental.

Gula | Sumber Foto:Depositphotos
AGRONET – India terpilih menjadi ketua International Sugar Organization (ISO) untuk 2024 yang beranggotakan 88 negara. Untuk gula, India adalah konsumen terbesar sekaligus produsen nomor dua di dunia.
“Dalam sidang dewan ke-63, ISO yang bermarkas di London, telah mengumumkan India untuk menjadi ketua organisasi ini pada 2024. Ini adalah pencapaian besar bagi India untuk memimpin sektor gula global dan ini juga mencerminkan meningkatnya pamor India di ranah gula,” tulis Kementerian Urusan Konsumen, Pangan, dan Distribusi Umum India yang dimuat Business Standard, 24 November lalu.
India memiliki pangsa 15 persen dalam konsumsi gula global dan 20 persen dari produksi gula di pasar global. India yakin, posisi ini membuat negaranya layak mengetuai ISO.
ISO adalah satu-satunya forum diskusi gula seluruh dunia yang bersifat intergovermental. Forum ini membahas kebijakan global soal gula, perdagangan gula, dan isu-isu terkait. ISO juga memberi akses kepada anggota-anggotanya untuk mempelajari perekonomian gula negara anggota lain.
ISO beranggotakan 88 negara, setelah Arab Saudi resmi menjadi anggota pada 2022 lalu. Organisasi yang berpusat di London ini mewakili 87 persen produksi gula dunia, 64 persen konsumsi gula dunia, dan 34 persen impor gula dunia. Tak kalah pentingnya, para anggota ISO ini mewakili 92 persen dari ekspor gula dunia.
Dalam sidang, India yang diwakili Sekretaris Serikat Pangan India Sanjeev Chopra, meminta dukungan dari para anggota selama negaranya memimpin ISO. Fokus kepemimpinan India adalah mempersatukan seluruh negara anggota untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dalam produksi tebu, produksi gula dan etanol, serta memaksimalkan pemanfaatan produk sampingan dari tebu.
Di belahan bumi barat, Brasil memimpin produksi gula dan etanol. Namun, India memimpin peran di belahan bumi timur.
“Kini, dengan posisi sebagai negara terbesar ketiga dalam memproduksi etanol setelah Amerika Serikat dan Brasil, India telah menunjukkan komitmen energi hijau dan kemampuannya untuk mengalihkan pasokan gula yang surplus di pasar dalam negeri, menyajikan solusi bagi impor bahan bakar fosil, dan menjadi alat untuk mencapai target India dalam COP 26,” papar kementerian India.
Saat ini, komposisi etanol dalam bahan bakar di India telah meningkat dari 5 persen pada 2019-2020 menjadi 12 persen pada 2022-2023. Pada periode yang sama, produksi juga meningkat dari 173 crore liter menjadi lebih dari 500 crore liter. (1 crore India setara dengan 10 juta).
Lebih lanjut, India juga menyatakan, kini tidak ada lagi praktik penundaan bayar kepada para petani tebu. Lebih dari 98 persen tebu pada masa panen terakhir 2022-2023 sudah beres dibayarkan kepada para petani.
“Harga eceran gula di pasar dalam negeri juga konsisten dan stabil. Ketika harga global naik 40 persen hanya dalam waktu satu tahun, India tetap mampu menahan harga gula sehingga hanya naik 5 persen dibanding tahun lalu, tanpa harus memperberat beban terhadap industri,” kata kementerian. (yen)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









