ada 2010/2011, pasokan gula sempat mengalami defisit selama beberapa tahun.

Gula | Sumber Foto:US Embassy & Consulates in Brazil
AGRONET -- Perusahaan perdagangan gula mengatakan situasi gula tahun ini dan beberapa ke depan pernah dialami dunia 12 tahun yang lalu. Pada 2010/2011, pasokan mengalami defisit selama beberapa tahun, cuaca buruk merusak panen di wilayah penghasil tebu dan kemacetan dalamdistribusi.
Saat itu harga gula berada di titik tertingginya dalam tiga dekade. "Kondisi saat ini hampir serupa," kata chief executive officer Alvean, Mauro Angelo seperti dikutip dari Economic Times, Jumat (3/11/2023).
Alvean merupakan perusahaan perdagangan komoditas pertanian yang dimiliki produsen gula Brasil, Copersuar SA. Perusahaan itu memprediksi musim depan akan menjadi tahun keenam dunia mengalami defisit gula karena lemahnya panen di dunia.
Situasi semakin memburuk saat pengiriman gula di pelabuhan Brasil mengalami kemacetan. Sehingga dunia masih kekurangan pasokan gula meski panen di negara Amerika Latin itu tembus rekor.
"Hujan di India sangat buruk dan cadangan air sangat rendah, sehingga panen musim depan dapat lebih buruk dari saat ini," kata Angelo.
India diperkirakan tidak akan mengekspor gula pada musim ini yang dimulai 1 November lalu. Setelah mengekspor gula sebanyak 11 juta ton dua musim yang lalu. Angelo mengatakan hal ini membuat pasar tergantung pada Brasil membuat harga menjadi isu yang sensitif terutama hujan mengancam panen dan menunda pemuatan ke kapal.
Banyak pasokan gula yang tertimbun di pelabuhan-pelabuhan Brasil, melebihi jumlah yang dapat ditampung infrastruktur negara itu. Hasil panen kedelai dan jagung yang melimpah membuat gula harus bersaing memperebutkan tempat di pelabuhan dan kereta, sementara hujan lebat baru-baru ini menambah waktu yang dibutuhkan kapal untuk memuat muatan.
CEO Alvean mengatakan ia yakin masalah logistik ini mungkin mencegah Brasil mengirimkan setidaknya 1 juta ton gula pada bulan Oktober. Kerugian yang dinilai tidak akan dapat ditebus negara tersebut dalam beberapa bulan mendatang.
Hal ini dikarenakan pelabuhan yang penuh sesak tidak akan memiliki kapasitas untuk menangani volume tambahan, dan kedelai yang baru saja dipanen akan segera tiba di pelabuhan. Meminta ruang tambahan.
Dengan sedikitnya stok yang ada di negara-negara yang mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan, Angelo melihat adanya risiko gangguan pada rantai pasokan.
"Konsumen menunda pembelian dan telah membeli dari tangan ke tangan dalam beberapa bulan terakhir, keterlibatan pemerintah yang kini semakin meningkat dalam pengadaan dan pengurangan pajak impor adalah tanda penting dari ketatnya stok," katanya.
"Seluruh sistem sedang berada di bawah tekanan."
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









