Langkah ini kemungkinan akan meningkatkan harga patokan gula di New York dan London.

Gula | Sumber Foto:Pqgw/Flickr
AGRONET -- India memperpanjang pembatasan ekspor gula bahkan melampaui Oktober. Alasannya, produsen terbesar kedua gula di dunia ini mencoba untuk menurunkan harga domestik dengan meningkatkan suplai menjelang pemilihan umum negara bagian.
Laporan Reuters menyebutkan, langkah ini kemungkinan akan meningkatkan harga patokan gula di New York dan London, di sana gula diperdagangkan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Memicu kekhawatiran inflasi harga pangan dunia akan terus berlanjut.
Berdasarkan notifikasi yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (DGFT) India, Rabu (18/10/2023) ekspor gula mentah, gula putih, gula rafinasi, dan gula organik dengan beberapa kode akan terus dibatasi hingga setelah bulan Oktober.
India sudah membatasi ekspor gulanya selama dua tahun terakhir. Selama ini, India mengalokasikan kuota ekspor ke pabrik-pabrik mereka.
Pada musim terakhir yang berakhir pada 30 September, India hanya mengizinkan pabrik-pabrik mengekspor 6,2 juta metrik ton gula. Jauh lebih rendah dari izin musim 2021/2022 yang sebanyak 11,1 juta ton.
Pada Agustus lalu sumber-sumber pemerintah mengatakan India akan melarang pabrik-pabrik mengekspor gula pada musim yang dimulai pada bulan Oktober, menghentikan pengiriman untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir, karena rendahnya curah hujan mengurangi hasil panen tebu.
"Pembatasan ekspor sudah diprediksi. Alih-alih batas satu tahun yang biasanya, kali ini pemerintah memberlakukan pembatasan ekspor yang tidak terbatas," ujar seorang dealer yang berbasis di Mumbai pada sebuah perusahaan perdagangan global.
"Kecil kemungkinan untuk mengalokasikan kuota ekspor tahun ini, karena tujuannya adalah untuk menurunkan harga sebelum pemilihan umum," tambahnya.
Lima negara bagian India akan memilih anggota legislatif baru bulan depan, memulai proses jajak pendapat regional menjelang pemilihan umum nasional yang akan diadakan tahun depan.
India mengejutkan para pembeli dengan memberlakukan larangan ekspor beras putih non-basmati yang banyak dikonsumsi di bulan Juli, menyusul larangan ekspor beras tahun lalu. New Delhi juga memberlakukan bea masuk sebesar 40 persen untuk ekspor bawang.
Harga gula di India mendekati level tertinggi dalam lebih dari 7 tahun terakhir dan produksi diperkirakan turun 3,3 persen menjadi 31,7 juta ton pada tahun 2023/24 karena hujan musim hujan yang tidak merata di negara bagian penghasil tebu terbesar, Maharashtra dan Karnataka. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









