Amerika Serikat menurunkan estimasi pasokan gula periode 2022-23.

Gula | Sumber Foto:Pickpik
AGRONET -- Departemen Pertanian Amerika Serikat menurunkan estimasi pasokan gula periode 2022-23. Dalam laporan World Agricultural Supply and Demand Estimates (WASDE) pada 12 Oktober AS memangkas proyeksi pasokan AS dan proyeksi produksi gula Meksiko pada 2023-24.
AS menurunkan rasio persediaan dan penggunaan gula AS untuk tahun ini dan tahun lalu. AS memperkirakan produksi gula AS 2023-24 sebesar 8.969.000 ton, naik 12.000 ton dari perkiraan September. Namun, perkiraan ini turun 268.000 ton, atau 2,9 persen dibanding 2022-23. Sementara produksi gula bit tahun 2023-24 sebesar 5.151.000 ton, turun 71.200 ton dari September.
"(Karena) panen gula bit yang lebih rendah di beberapa negara bagian," ujar Kementerian Pertanian AS dalam WASDE seperti dikutipĀ Baking Business, Senin (16/10/2023).
Sementara produksi gula tebu sebesar 3.817.000 ton, naik 59.000 ton. Produksi di Louisiana yang dilanda kekeringan diperkirakan mencapai 1.738.000 ton, naik 56.000 ton dari perkiraan bulan September. "(Karena) kenaikan panen dan produksi tebu yang diharapkan pada bulan September diundur ke tahun 2023-24," kata kementerian .
Produksi di Louisiana masih diperkirakan turun 272.000 ton atau 13,5 persen dibanding 2022-23 karena kekeringan parah di seluruh wilayah penghasil tebu.
Total impor gula pada tahun 2023-24 diperkirakan mencapai 3.277.000 ton, naik 13.099 ton dari bulan September, tetapi turun 307.000 ton, atau 8,6 persen, dari tahun 2022-23. Impor kuota tarif diperkirakan mencapai 1.617.000 ton, naik 13.099 ton dari bulan September karena impor yang diharapkan pada kuartal Juli-September didorong ke tahun pemasaran baru yang dimulai pada 1 Oktober.
Impor komoditas lainnya diperkirakan sebesar 200.000 ton, impor dari Meksiko sebesar 1.284.000 ton, dan impor tingkat tinggi sebesar 175.000 ton, semuanya tidak berubah dari perkiraan September.
Total pasokan gula AS pada 2023-24 diperkirakan mencapai 14.222.000 ton, turun 182.212 ton dari bulan September dan turun 419.000 ton dari tahun 2022-23. "Disebabkan stok awal yang lebih rendah karena perubahan impor dan produksi sebagian besar diimbangi," kata kementerian.
Pengiriman gula AS untuk makanan pada tahun 2023-24 diperkirakan sebesar 12.525.000 ton, turun 25.000 ton dari September. Ini melanjutkan tren penurunan untuk pengiriman pada 2022-23. Total penggunaan diperkirakan mencapai 12.665.000 ton, turun 25.000 ton dari September, namun naik 1.000 ton jika dibandingkan periode 2022-23.
Stok akhir pada tahun 2023-24 diperkirakan mencapai 1.557.000 ton, turun 157.000 ton, atau 9,2 persen, dari bulan September. Namun, turun 420.000 ton, atau 21,2 persen dari stok 2022-23. Rasio stok akhir terhadap penggunaan diperkirakan sebesar 12,3 persen, turun dari 13,5 persen di bulan September dan turun dari 15,6 persen di tahun 2022-23. (tar)
Sabtu, 24 Januari 2026
Sabtu, 17 Januari 2026
Selasa, 13 Januari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Sabtu, 24 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Minggu, 18 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Minggu, 08 Maret 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026









